Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENINGKATAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KABUPATEN TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR / Nadila Caurita
Pengarang Nadila Caurita
Wiwik Roso Sri Rejeki
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 9 :ilus
Subjek Administrasi daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Trenggalek masih rendah, hanya mencapai 10,99% dari target nasional sebesar 30%. Capaian ini menunjukkan adanya kendala serius dalam implementasi transformasi digital layanan administrasi kependudukan. Hambatan utama berasal dari gangguan infrastruktur jaringan, keterbatasan jumlah dan kapasitas SDM, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum optimalnya integrasi antar lembaga. Kajian komprehensif terkait strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi hambatan tersebut masih sangat terbatas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan serta untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam peningkatan aktivasi IKD di Kabupaten Trenggalek. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 11 informan kunci, serta dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori manajemen strategik Wheelen dan Hunger yang terdiri dari empat tahap: pemindaian lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi serta kontrol. Hasil/Temuan: Ditemukan bahwa hambatan paling signifikan berasal dari keterbatasan akses internet, kurangnya pelatihan SDM, serta resistensi masyarakat terhadap teknologi digital. Strategi yang dilakukan oleh Disdukcapil antara lain pelatihan operator, sosialisasi melalui media cetak dan digital, penyediaan layanan jemput bola, serta penguatan sistem pemantauan berbasis SIAK. Kesimpulan: Aktivasi IKD membutuhkan strategi komprehensif dan adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Pendekatan manajemen strategik terbukti efektif dalam merespons berbagai tantangan implementasi dan dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan transformasi digital di daerah lain.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21390

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07470/IPDN/2025 353.659 828 13 NAD s Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195373
005 20260414101319
035 # # $a 0010-0426000518
082 # # $a 353.659 828 13
084 # # $a 353.659 828 13 NAD s
100 0 # $a Nadila Caurita
245 1 # $a STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENINGKATAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KABUPATEN TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR /$c Nadila Caurita
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 9 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Trenggalek masih rendah, hanya mencapai 10,99% dari target nasional sebesar 30%. Capaian ini menunjukkan adanya kendala serius dalam implementasi transformasi digital layanan administrasi kependudukan. Hambatan utama berasal dari gangguan infrastruktur jaringan, keterbatasan jumlah dan kapasitas SDM, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum optimalnya integrasi antar lembaga. Kajian komprehensif terkait strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi hambatan tersebut masih sangat terbatas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan serta untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam peningkatan aktivasi IKD di Kabupaten Trenggalek. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 11 informan kunci, serta dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori manajemen strategik Wheelen dan Hunger yang terdiri dari empat tahap: pemindaian lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi serta kontrol. Hasil/Temuan: Ditemukan bahwa hambatan paling signifikan berasal dari keterbatasan akses internet, kurangnya pelatihan SDM, serta resistensi masyarakat terhadap teknologi digital. Strategi yang dilakukan oleh Disdukcapil antara lain pelatihan operator, sosialisasi melalui media cetak dan digital, penyediaan layanan jemput bola, serta penguatan sistem pemantauan berbasis SIAK. Kesimpulan: Aktivasi IKD membutuhkan strategi komprehensif dan adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Pendekatan manajemen strategik terbukti efektif dalam merespons berbagai tantangan implementasi dan dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan transformasi digital di daerah lain.
650 # 4 $a Administrasi daerah
700 0 # $a Wiwik Roso Sri Rejeki
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21390
Content Unduh katalog