
| Judul | Analisis Migrasi Penduduk di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat / Sagala, Stevan Sandro Tua |
| Pengarang | Sagala, Stevan Sandro Tua Wiwik Roso Sri Rejeki |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 :Ilus |
| Subjek | perpindahan penduduk |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka migrasi masuk ke Kabupaten Bandung Barat dibandingkan dengan migrasi keluar telah mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi bahkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi penduduk di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Migrasi Everett S. Lee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam (25 Informan) terdiri dari pejabat, petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat serta masyarakat setempat, disertai dengan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model yang dikembangkan oleh Creswell (2023) mencakup enam tahapan. Hasil/Temuan: Migrasi di Kabupaten Bandung Barat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendorong, faktor penarik, faktor rintang antara, dan faktor pribadi. Proses migrasi ini berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan kepadatan penduduk, berkurangnya sumber daya manusia, serta memudarnya budaya lokal. Dalam upaya menangani migrasi, pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan sosialisasi, jemput bola, koordinasi, pelatihan, serta menjalin sinergi dengan perusahaan lokal setempat. Kesimpulan: Fenomena migrasi masuk yang melebihi migrasi keluar di Kabupaten Bandung Barat memiliki konsekuensi ganda, baik yang bersifat positif maupun negatif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah berupaya mengelola dinamika migrasi melalui berbagai kebijakan. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar upaya yang telah berjalan tersebut terus dioptimalkan. Selain itu, peningkatan efektivitas pengelolaan migrasi dapat dicapai melalui peningkatan kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) serta perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kata Kunci : Migrasi, Pemerintah, Pengelolaan |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21689 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06631/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191923 | ||
| 005 | 20260116012149 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000368 |
| 082 | # | # | $a 304.859 824 33 |
| 084 | # | # | $a 304.859 824 33 SAG a |
| 100 | 3 | # | $a Sagala, Stevan Sandro Tua |
| 245 | 1 | # | $a Analisis Migrasi Penduduk di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat /$c Sagala, Stevan Sandro Tua |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka migrasi masuk ke Kabupaten Bandung Barat dibandingkan dengan migrasi keluar telah mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi bahkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi penduduk di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Migrasi Everett S. Lee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam (25 Informan) terdiri dari pejabat, petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat serta masyarakat setempat, disertai dengan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model yang dikembangkan oleh Creswell (2023) mencakup enam tahapan. Hasil/Temuan: Migrasi di Kabupaten Bandung Barat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendorong, faktor penarik, faktor rintang antara, dan faktor pribadi. Proses migrasi ini berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan kepadatan penduduk, berkurangnya sumber daya manusia, serta memudarnya budaya lokal. Dalam upaya menangani migrasi, pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan sosialisasi, jemput bola, koordinasi, pelatihan, serta menjalin sinergi dengan perusahaan lokal setempat. Kesimpulan: Fenomena migrasi masuk yang melebihi migrasi keluar di Kabupaten Bandung Barat memiliki konsekuensi ganda, baik yang bersifat positif maupun negatif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah berupaya mengelola dinamika migrasi melalui berbagai kebijakan. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar upaya yang telah berjalan tersebut terus dioptimalkan. Selain itu, peningkatan efektivitas pengelolaan migrasi dapat dicapai melalui peningkatan kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) serta perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kata Kunci : Migrasi, Pemerintah, Pengelolaan |
| 650 | # | 4 | $a perpindahan penduduk |
| 700 | 0 | # | $a Wiwik Roso Sri Rejeki |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21689 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :