
| Judul | PERANAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN POLITIK KEPADA PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT / Intan Ravida Widianti |
| Pengarang | Intan Ravida Widianti Riyan Jaelani |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 10 |
| Subjek | Penyelenggaraan Pemilu |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia adalah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Berkaitan dengan demokrasi pemilihan umum juga adalah salah satu bentuk dari implementasi dari demokrasi itu sendiri. Untuk memiliki kemampuan atau kesanggupan dalam memilih, masyarakat harus diberikan Pendidikan politik. Adanya dinamika dan problematika dari penyelengaraan pemilu itu sendiri, tentunya akan berdampak pada sikap politik yang dicerminkan oleh pemilih pemula.Pendidikan poltik tentunya menjadi solusi dari adanya praktek – praktek kecuarangan dalam penyelenggaraan pemilihan umum.Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengetahui peranan, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya bawaslu dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula di Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling untuk mengidentifikasi informan dan snowball sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peranan Bawaslu Kabupaten Bogor dalam memberikan pendidikan politik pada pemilih pemula dilihat dari 3 dimensi menurut teori Levinson dalam Soekanto. Faktor pendukung terdiri dari adanya sinergitas antara Bawaslu dengan Kesbangpol dalam memberikan sosialisasi bagi pemilih pemula, Bawaslu mendapatkan kesempatan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pemilih pemula, adanya website pribadi Bawaslu menjadi salah satu faktor pendukung guna mensosialisasikan pemilu dan pendidikan politik khususnya pemilih pemula, serta terdapat beberapa partai politik yang memiliki kesadaran memberikan sosialisasi terkait pendidikan politik khususnya pemilih pemula. Sedangkan faktor penghambat terdiri dari wilayah Kabupaten Bogor yang sangat luas dan jumlah masyarakat serta daftar pemilih tetap yang sangat banyak, menginduknya Bawaslu Kabupaten ke Bawaslu Provinsi, banyaknya jumlah pemilih pemula dan sarana-prasarana serta waktu yang terbatas, kurangnya kerjasama antar satuan kerja dengan Bawaslu serta kurangnya partisipasi aktif dari sebagian partai politik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil temuan diatas dapat disimpulkan bahwa peranan Bawaslu Kabupaten Bogor dalam memberikan pendidikan politik pada pemilih pemula dapat dikatakan berhasil selain itu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada yaitu bersinergi dengan satuan kerja yang lain misalnya dengan Kesbangpol Kabupaten Bogor, memaksimalkan website pribadi Bawaslu Kabupaten Bogor dan terus melaksanakan sosialisasi mengenai pemilu dan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat khususnya bagi pemilih pemula. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15625 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07162/IPDN/2023 | 324.659 824 11 INT p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195503 | ||
| 005 | 20260417082144 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000648 |
| 082 | # | # | $a 324.659 824 11 |
| 084 | # | # | $a 324.659 824 11 INT p |
| 100 | 0 | # | $a Intan Ravida Widianti |
| 245 | 1 | # | $a PERANAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN POLITIK KEPADA PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT /$c Intan Ravida Widianti |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 10 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia adalah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Berkaitan dengan demokrasi pemilihan umum juga adalah salah satu bentuk dari implementasi dari demokrasi itu sendiri. Untuk memiliki kemampuan atau kesanggupan dalam memilih, masyarakat harus diberikan Pendidikan politik. Adanya dinamika dan problematika dari penyelengaraan pemilu itu sendiri, tentunya akan berdampak pada sikap politik yang dicerminkan oleh pemilih pemula.Pendidikan poltik tentunya menjadi solusi dari adanya praktek – praktek kecuarangan dalam penyelenggaraan pemilihan umum.Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengetahui peranan, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya bawaslu dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula di Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling untuk mengidentifikasi informan dan snowball sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peranan Bawaslu Kabupaten Bogor dalam memberikan pendidikan politik pada pemilih pemula dilihat dari 3 dimensi menurut teori Levinson dalam Soekanto. Faktor pendukung terdiri dari adanya sinergitas antara Bawaslu dengan Kesbangpol dalam memberikan sosialisasi bagi pemilih pemula, Bawaslu mendapatkan kesempatan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pemilih pemula, adanya website pribadi Bawaslu menjadi salah satu faktor pendukung guna mensosialisasikan pemilu dan pendidikan politik khususnya pemilih pemula, serta terdapat beberapa partai politik yang memiliki kesadaran memberikan sosialisasi terkait pendidikan politik khususnya pemilih pemula. Sedangkan faktor penghambat terdiri dari wilayah Kabupaten Bogor yang sangat luas dan jumlah masyarakat serta daftar pemilih tetap yang sangat banyak, menginduknya Bawaslu Kabupaten ke Bawaslu Provinsi, banyaknya jumlah pemilih pemula dan sarana-prasarana serta waktu yang terbatas, kurangnya kerjasama antar satuan kerja dengan Bawaslu serta kurangnya partisipasi aktif dari sebagian partai politik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil temuan diatas dapat disimpulkan bahwa peranan Bawaslu Kabupaten Bogor dalam memberikan pendidikan politik pada pemilih pemula dapat dikatakan berhasil selain itu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada yaitu bersinergi dengan satuan kerja yang lain misalnya dengan Kesbangpol Kabupaten Bogor, memaksimalkan website pribadi Bawaslu Kabupaten Bogor dan terus melaksanakan sosialisasi mengenai pemilu dan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat khususnya bagi pemilih pemula. |
| 650 | # | 4 | $a Penyelenggaraan Pemilu |
| 700 | 0 | # | $a Riyan Jaelani |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15625 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :