Cite This        Tampung        Export Record
Judul KONFLIK POLITIK PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA SERENTAK 2021 DI DESA MASGO KECAMATAN GUNUNG RAYA KABUPATEN KERINCI / Glenda Nasywa Utami
Pengarang Glenda Nasywa Utami
Ahmad Averus
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 18 :ilus
Subjek Pemilihan lokal dan pemilihan kepala daerah
Abstrak Permasalahan/LatarBelakang (GAP): Penelitian ini membahas mengenai Manajemen Konflik pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Masgo Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci. Peneliti melihat penyelesaian konflik serta faktor penyebab konflik pasca pemilihan kepala desa dari perspektif pelaku atau actor. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan politik pada pilkades serentak serta, mengetahui faktor yang menjadi penyebab konflik politik di Desa Masgo Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci 2021. Metode: peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan, teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman (1984). Hasil/Temuan: Berdasarkan Teori Gaya Manajamen Konflik milik Rahim (1979) hasil penelitian menunjukkan (a) Dominasi, keterlibatan pemerintah dalam penyelesaian konflik melalui sebuah instruksi untuk penyelesaian konflik. (b) Kompromi, keterlibatan tokoh adat dalam melakukan mediasi dengan masyarakat (c) pemecahan masalah integratif, keterlibatan kepala desa terpilih yang melakukan pendekatan dengan masyarakat Desa (d) Menghindar, peran panitia dalam mengarahkan masyarakat untuk menghindari konflik (e) obligasi, salah satu calon menarik kembali gugatan di tingkat kecamatan dan menerima kekalahannya. Kesimpulan: penyebab konflik pemilihan kepala desa : (a) Konflik Vertikal, ketidakpuasan dari calon kepala desa dan masyarakat mengenai hasil yang diumumkan oleh panitia dan (b) Konflik Horizontal, hubungan antar masyarakat menjadi renggang. Adapun rekomendasi dari penelitian ini adalah: (a) adanya kerjasama antara tokoh adat dan pemerintah daerah secara optimal serta memperkuat regulasi pengawasan pilkades (b) melakukan rekonsiliasi dengan beragam kegiatan yang bersifat mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat (c) dibentuk aturan dan sanksi atas pelanggaran pilkades secara tegas
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15401

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07228/IPDN/2023 324.659 815 11 GLE k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195604
005 20260417115104
035 # # $a 0010-0426000749
082 # # $a 324.659 815 11
084 # # $a 324.659 815 11 GLE k
100 0 # $a Glenda Nasywa Utami
245 1 # $a KONFLIK POLITIK PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA SERENTAK 2021 DI DESA MASGO KECAMATAN GUNUNG RAYA KABUPATEN KERINCI /$c Glenda Nasywa Utami
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 18 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/LatarBelakang (GAP): Penelitian ini membahas mengenai Manajemen Konflik pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Masgo Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci. Peneliti melihat penyelesaian konflik serta faktor penyebab konflik pasca pemilihan kepala desa dari perspektif pelaku atau actor. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan politik pada pilkades serentak serta, mengetahui faktor yang menjadi penyebab konflik politik di Desa Masgo Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci 2021. Metode: peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan, teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman (1984). Hasil/Temuan: Berdasarkan Teori Gaya Manajamen Konflik milik Rahim (1979) hasil penelitian menunjukkan (a) Dominasi, keterlibatan pemerintah dalam penyelesaian konflik melalui sebuah instruksi untuk penyelesaian konflik. (b) Kompromi, keterlibatan tokoh adat dalam melakukan mediasi dengan masyarakat (c) pemecahan masalah integratif, keterlibatan kepala desa terpilih yang melakukan pendekatan dengan masyarakat Desa (d) Menghindar, peran panitia dalam mengarahkan masyarakat untuk menghindari konflik (e) obligasi, salah satu calon menarik kembali gugatan di tingkat kecamatan dan menerima kekalahannya. Kesimpulan: penyebab konflik pemilihan kepala desa : (a) Konflik Vertikal, ketidakpuasan dari calon kepala desa dan masyarakat mengenai hasil yang diumumkan oleh panitia dan (b) Konflik Horizontal, hubungan antar masyarakat menjadi renggang. Adapun rekomendasi dari penelitian ini adalah: (a) adanya kerjasama antara tokoh adat dan pemerintah daerah secara optimal serta memperkuat regulasi pengawasan pilkades (b) melakukan rekonsiliasi dengan beragam kegiatan yang bersifat mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat (c) dibentuk aturan dan sanksi atas pelanggaran pilkades secara tegas
650 # 4 $a Pemilihan lokal dan pemilihan kepala daerah
700 0 # $a Ahmad Averus
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15401
Content Unduh katalog