
| Judul | PENDEKATAN PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PELAKSANAAN PATROLI DI KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH / Shaecyllia Cindy Awanda |
| Pengarang | Shaecyllia Cindy Awanda |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | Satuan Polisi Pamong Praja |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Patroli oleh Satuan Polisi Pamong Praja telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia untuk menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Patroli rutin yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja menunjukkan masih banyaknya gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pendekatan Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam Pelaksanaan Patroli di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Metode:Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara, dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan peneliti yaitu teori AIDDA oleh Wilbur Schram. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa metode komunikasi persuasif berhasil menarik perhatian masyarakat, dengan penggunaan media sosial dan sosialisasi yang efektif. Namun, meskipun minat dan keinginan untuk mematuhi peraturan meningkat, keputusan masyarakat untuk mematuhi atau melanggar masih dipengaruhi oleh kesadaran yang rendah dan kurangnya alternatif lokasi yang menarik. Tindakan masyarakat menunjukkan adanya pergeseran, di mana sebagian telah mematuhi peraturan, sementara yang lain masih melanggar dengan kembali ke lokasi terlarang setelah patroli. Kendala yang dihadapi termasuk kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan daerah, serta kurangnya sumber daya operasional dan personal Satpol PP. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan strategi sosialisasi dan sumber daya untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam penegakan peraturan daerah. Kata Kunci: Pendekatan Persuasif, Patroli, Satuan Polisi Pamong Praja |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00028/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191811 | ||
| 005 | 20260113113024 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000256 |
| 082 | # | # | $a 353.365 982 6 |
| 084 | # | # | $a 353.365 982 6 SHA p |
| 100 | 0 | # | $a Shaecyllia Cindy Awanda |
| 245 | 1 | # | $a PENDEKATAN PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PELAKSANAAN PATROLI DI KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH /$c Shaecyllia Cindy Awanda |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Patroli oleh Satuan Polisi Pamong Praja telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia untuk menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Patroli rutin yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja menunjukkan masih banyaknya gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pendekatan Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam Pelaksanaan Patroli di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Metode:Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara, dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan peneliti yaitu teori AIDDA oleh Wilbur Schram. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa metode komunikasi persuasif berhasil menarik perhatian masyarakat, dengan penggunaan media sosial dan sosialisasi yang efektif. Namun, meskipun minat dan keinginan untuk mematuhi peraturan meningkat, keputusan masyarakat untuk mematuhi atau melanggar masih dipengaruhi oleh kesadaran yang rendah dan kurangnya alternatif lokasi yang menarik. Tindakan masyarakat menunjukkan adanya pergeseran, di mana sebagian telah mematuhi peraturan, sementara yang lain masih melanggar dengan kembali ke lokasi terlarang setelah patroli. Kendala yang dihadapi termasuk kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan daerah, serta kurangnya sumber daya operasional dan personal Satpol PP. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan strategi sosialisasi dan sumber daya untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam penegakan peraturan daerah. Kata Kunci: Pendekatan Persuasif, Patroli, Satuan Polisi Pamong Praja |
| 650 | # | 4 | $a Satuan Polisi Pamong Praja |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :