Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN SATPOL PP DALAM PENERTIBAN PENGEMIS DI KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR / Faiz Jastis Serin Supriatna
Pengarang Faiz Jastis Serin Supriatna
Luh Putu Vera Astri Pujayanti
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :Ilus
Subjek Satuan Polisi Pamong Praja
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jumlah pengemis yang terus meningkat di Kota Surabaya menimbulkan persoalan sosial yang kompleks dan berdampak langsung pada ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta citra kota sebagai pusat urban yang maju. Aktivitas pengemis yang marak di area strategis seperti persimpangan jalan, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata menciptakan gangguan visual dan sosial, serta membuka peluang bagi praktik eksploitasi oleh oknum tertentu. Pemerintah Kota Surabaya menanggapi hal ini melalui penerbitan Perda No. 2 Tahun 2020, dengan Satpol PP sebagai aktor utama dalam pelaksanaan penertiban. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, menunjukkan adanya celah kebijakan dan implementasi yang perlu dikaji lebih dalam. Tujuan: Untuk menganalisis peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam, dengan informan dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Teori yang digunakan adalah teori peranan dari Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang mencakup lima dimensi: harapan, norma, wujud perilaku, penilaian, dan sanksi. Teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana Satpol PP menjalankan perannya dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya. Hasil/Temuan: Satpol PP berperan aktif melalui patroli rutin, razia terpadu, dan koordinasi dengan Dinas Sosial. Efektivitas penertiban cukup tinggi dengan capaian kinerja sekitar 83%. Namun, kendala seperti keterbatasan personel, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya efek jera terhadap pengemis masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Peran Satpol PP dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya cukup efektif, namun belum optimal. Diperlukan langkah strategis berkelanjutan seperti penambahan personel, peningkatan koordinasi lintas sektor, dan penegakan hukum yang lebih tegas untuk mendukung keberhasilan jangka panjang. Kata kunci: Satpol PP, pengemis, penertiban, Kota Surabaya, peran
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24302

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06914/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192474
005 20260126055948
035 # # $a 0010-0126000919
082 # # $a 363.285 982 861
084 # # $a 363.285 982 861 FAI p
100 0 # $a Faiz Jastis Serin Supriatna
245 1 # $a PERAN SATPOL PP DALAM PENERTIBAN PENGEMIS DI KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR /$c Faiz Jastis Serin Supriatna
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jumlah pengemis yang terus meningkat di Kota Surabaya menimbulkan persoalan sosial yang kompleks dan berdampak langsung pada ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta citra kota sebagai pusat urban yang maju. Aktivitas pengemis yang marak di area strategis seperti persimpangan jalan, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata menciptakan gangguan visual dan sosial, serta membuka peluang bagi praktik eksploitasi oleh oknum tertentu. Pemerintah Kota Surabaya menanggapi hal ini melalui penerbitan Perda No. 2 Tahun 2020, dengan Satpol PP sebagai aktor utama dalam pelaksanaan penertiban. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, menunjukkan adanya celah kebijakan dan implementasi yang perlu dikaji lebih dalam. Tujuan: Untuk menganalisis peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam, dengan informan dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Teori yang digunakan adalah teori peranan dari Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang mencakup lima dimensi: harapan, norma, wujud perilaku, penilaian, dan sanksi. Teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana Satpol PP menjalankan perannya dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya. Hasil/Temuan: Satpol PP berperan aktif melalui patroli rutin, razia terpadu, dan koordinasi dengan Dinas Sosial. Efektivitas penertiban cukup tinggi dengan capaian kinerja sekitar 83%. Namun, kendala seperti keterbatasan personel, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya efek jera terhadap pengemis masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Peran Satpol PP dalam penertiban pengemis di Kota Surabaya cukup efektif, namun belum optimal. Diperlukan langkah strategis berkelanjutan seperti penambahan personel, peningkatan koordinasi lintas sektor, dan penegakan hukum yang lebih tegas untuk mendukung keberhasilan jangka panjang. Kata kunci: Satpol PP, pengemis, penertiban, Kota Surabaya, peran
650 # 4 $a Satuan Polisi Pamong Praja
700 0 # $a Luh Putu Vera Astri Pujayanti
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24302
Content Unduh katalog