
| Judul | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAMPUNG NAMATOTA KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT / Laway, Asry Meylinda |
| Pengarang | Laway, Asry Meylinda Merintha Suryapuspita |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 |
| Subjek | Wisata di Kaimana |
| Abstrak | Permasalahan: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aktor non-pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas. Kampung Namatota di Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kampung wisata yang memiliki potensi besar dari aspek alam dan budaya, namun pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan kolaboratif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana collaborative governance diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Kampung Namatota, dengan fokus pada aktor yang terlibat, proses kolaborasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, tanpa melibatkan wawancara langsung. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008), yang mencakup empat elemen utama: dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, dan pemahaman bersama. Metode ini memungkinkan pemahaman detail tentang bentuk kerja sama, peran aktor, serta dinamika yang terjadi. Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka, meliputi aparat kampung, Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, lembaga adat, dan LSM, guna memperoleh data yang relevan dan representatif dari berbagai perspektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjamin validitas dan reliabilitas informasi. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran faktual dan aplikatif mengenai praktik collaborative governance serta faktor pendukung dan hambatan dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di lokasi tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance di Kampung Namatota melibatkan Pemerintah Kabupaten Kaimana, Dinas Pariwisata, LSM Sinara, aparat kampung, dan masyarakat lokal. Kepercayaan antarpihak dan peran aktif LSM Sinara dalam penguatan kapasitas masyarakat menjadi faktor utama pendukung keberhasilan kolaborasi. Kesimpulan: Penerapan collaborative governance dalam pengembangan pariwisata di Kampung Namatota berjalan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai aktor, termasuk Pemerintah Kabupaten Kaimana, Dinas Pariwisata, LSM Sinara, aparat kampung, dan masyarakat lokal. Faktor utama yang mendukung keberhasilan kolaborasi ini adalah adanya kepercayaan yang terbangun antar pihak serta peran aktif LSM Sinara dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan kolaborasi ini memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dan pemahaman bersama yang terus dipupuk agar pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Kampung Namatota dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Collaborative Governance, Pariwisata, Partisipasi. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24367 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06645/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191982 | ||
| 005 | 20260119102939 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000427 |
| 082 | # | # | $a 915.988 331 04 |
| 084 | # | # | $a 915.988 331 04 LAW c |
| 100 | 0 | # | $a Laway, Asry Meylinda |
| 245 | 1 | # | $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAMPUNG NAMATOTA KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT /$c Laway, Asry Meylinda |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aktor non-pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas. Kampung Namatota di Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kampung wisata yang memiliki potensi besar dari aspek alam dan budaya, namun pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan kolaboratif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana collaborative governance diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Kampung Namatota, dengan fokus pada aktor yang terlibat, proses kolaborasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi, tanpa melibatkan wawancara langsung. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan teori collaborative governance dari Ansell dan Gash (2008), yang mencakup empat elemen utama: dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, dan pemahaman bersama. Metode ini memungkinkan pemahaman detail tentang bentuk kerja sama, peran aktor, serta dinamika yang terjadi. Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka, meliputi aparat kampung, Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, lembaga adat, dan LSM, guna memperoleh data yang relevan dan representatif dari berbagai perspektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjamin validitas dan reliabilitas informasi. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran faktual dan aplikatif mengenai praktik collaborative governance serta faktor pendukung dan hambatan dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di lokasi tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance di Kampung Namatota melibatkan Pemerintah Kabupaten Kaimana, Dinas Pariwisata, LSM Sinara, aparat kampung, dan masyarakat lokal. Kepercayaan antarpihak dan peran aktif LSM Sinara dalam penguatan kapasitas masyarakat menjadi faktor utama pendukung keberhasilan kolaborasi. Kesimpulan: Penerapan collaborative governance dalam pengembangan pariwisata di Kampung Namatota berjalan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai aktor, termasuk Pemerintah Kabupaten Kaimana, Dinas Pariwisata, LSM Sinara, aparat kampung, dan masyarakat lokal. Faktor utama yang mendukung keberhasilan kolaborasi ini adalah adanya kepercayaan yang terbangun antar pihak serta peran aktif LSM Sinara dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan kolaborasi ini memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dan pemahaman bersama yang terus dipupuk agar pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Kampung Namatota dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Collaborative Governance, Pariwisata, Partisipasi. |
| 650 | # | 4 | $a Wisata di Kaimana |
| 700 | 0 | # | $a Merintha Suryapuspita |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24367 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :