
| Judul | UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA / Sirait, Christoffel Aguesto |
| Pengarang | Sirait, Christoffel Aguesto Nurhadi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Usaha Mikro Kecil |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Upaya pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan rendahnya kapasitas modal, keterampilan, dan akses pasar bagi pelaku usaha mikro. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), kesenjangan antara usaha mikro dengan usaha kecil dan menengah (UKM) masih terlihat jelas. kesenjangan ini mempengaruhi keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro di daerah tersebut, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Sekretaris Dinas, dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Analisis data dilakukan menggunakan teori kapabilitas Amartya Sen yang berfokus pada empat dimensi pemberdayaan: akses terhadap sumber daya dasar, peningkatan keterampilan, kebebasan ekonomi melalui akses pasar, dan partisipasi sosial-politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM telah melibatkan berbagai program, seperti pemberian peralatan produksi, pelatihan keterampilan, pendampingan digital marketing, dan pelaksanaan program “Temu Usaha” untuk memperluas jaringan pasar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi adanya program bantuan peralatan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan akses pasar melalui pameran dan bazaar. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan permodalan, rendahnya kapasitas teknologi, dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan formal. Kesimpulan: Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu telah melaksanakan sejumlah upaya pemberdayaan yang cukup signifikan, keberhasilan program-program tersebut masih terbatas oleh faktor anggaran dan kesenjangan keterampilan serta teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas pelaku usaha mikro dalam rangka mempercepat pengembangan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Kata Kunci: Pemberdayaan, Usaha Mikro, UMKM, Teori Kapabilitas, Kabupaten Labuhanbatu |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22963 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00145/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192152 | ||
| 005 | 20260121065245 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000597 |
| 082 | # | # | $a 338.642 598 126 1 |
| 084 | # | # | $a 338.642 598 126 1 SIR u |
| 100 | 0 | # | $a Sirait, Christoffel Aguesto |
| 245 | 1 | # | $a UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Sirait, Christoffel Aguesto |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Upaya pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan rendahnya kapasitas modal, keterampilan, dan akses pasar bagi pelaku usaha mikro. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), kesenjangan antara usaha mikro dengan usaha kecil dan menengah (UKM) masih terlihat jelas. kesenjangan ini mempengaruhi keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro di daerah tersebut, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Sekretaris Dinas, dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Analisis data dilakukan menggunakan teori kapabilitas Amartya Sen yang berfokus pada empat dimensi pemberdayaan: akses terhadap sumber daya dasar, peningkatan keterampilan, kebebasan ekonomi melalui akses pasar, dan partisipasi sosial-politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM telah melibatkan berbagai program, seperti pemberian peralatan produksi, pelatihan keterampilan, pendampingan digital marketing, dan pelaksanaan program “Temu Usaha” untuk memperluas jaringan pasar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi adanya program bantuan peralatan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan akses pasar melalui pameran dan bazaar. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan permodalan, rendahnya kapasitas teknologi, dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan formal. Kesimpulan: Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu telah melaksanakan sejumlah upaya pemberdayaan yang cukup signifikan, keberhasilan program-program tersebut masih terbatas oleh faktor anggaran dan kesenjangan keterampilan serta teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas pelaku usaha mikro dalam rangka mempercepat pengembangan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Kata Kunci: Pemberdayaan, Usaha Mikro, UMKM, Teori Kapabilitas, Kabupaten Labuhanbatu |
| 650 | # | 4 | $a Usaha Mikro Kecil |
| 700 | 0 | # | $a Nurhadi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22963 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :