Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS SWOT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA TANJUNGPINANG / Said Fathurrahman Muhazzib
Pengarang Said Fathurrahman Muhazzib
Haromin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek Tingkat penerimaan pajak
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024 cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak. Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22513

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06817/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192313
005 20260122111933
035 # # $a 0010-0126000758
082 # # $a 336.225 981 437
084 # # $a 336.225 981 437 SAI a
100 0 # $a Said Fathurrahman Muhazzib
245 1 # $a ANALISIS SWOT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN PBB-P2 DI KOTA TANJUNGPINANG /$c Said Fathurrahman Muhazzib
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Tanjungpinang yang selama periode 2021–2024 cenderung fluktuatif dan belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan dimana didapatkan permasalahan dalam pengelolaan dan strategi peningkatan penerimaan pajak daerah. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT, serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan oleh BP2RD dalam optimalisasi penerimaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari BP2RD Kota Tanjungpinang dan wajib pajak, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mendukung antara lain regulasi yang memadai, kualitas SDM yang profesional, dan sistem digitalisasi pajak. Faktor penghambat internal mencakup keterbatasan sarana, minimnya jumlah personel, serta rendahnya literasi teknologi masyarakat. Dari sisi eksternal, peluang datang dari dukungan kebijakan daerah, perkembangan digitalisasi, dan kemitraan strategis, sementara ancaman terbesar adalah rendahnya kesadaran pajak dan tidak validnya data objek pajak. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kota Tanjungpinang memerlukan penguatan kualitas internal BP2RD dan pemberdayaan masyarakat. Diperlukan upaya berkelanjutan seperti digitalisasi sistem, edukasi publik, serta pemutakhiran data objek pajak untuk mewujudkan tata kelola pajak yang efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : PBB-P2, Penerimaan Pajak, Analisis SWOT, BP2RD Tanjungpinang.
650 # 4 $a Tingkat penerimaan pajak
700 0 # $a Haromin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22513
Content Unduh katalog