
| Judul | PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENUNJANG KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG / Zelvia Irfina |
| Pengarang | Zelvia Irfina Haromin |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 22 |
| Subjek | Pendapatan Asli Daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini diambil dari Permasalahan adanya ketergantungan bantuan dana dari pusat tersebut memberikan pandangan tentang keuangan daerah yang tidak dikelola dengan baik yang menandakan bahwa masih rendahnya kemandirian keuangan daerah Kota Bandar Lampung. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab kurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara berpikir induktif menggunakan beberapa rasio keuangan yaitu, rasio derajat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, dan rasio kemandirian keuangan daerah. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kota Bandar Lampung tahun 2017-2020. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan 6 orang dari bidang pengelolaan keuangan daerah Kota Kota Bandar Lampung dan dokumentasi dengan dokumen terkait. Hasil/Temuan: hasil pengukuran rasio yang didapat dengan diambil rata-rata hasil dari 4 tahun anggaran Kota Bandar Lampung yaitu rasio derajat desentralisasi 41,26% pada kriteria yang terbilang baik, rasio derajat ketergantungan 44,65% pada kriteria ketergantungan dengan kategori tinggi, dan rasio kemandirian keuangan 96,18% pada kriteria yaitu delegatif. Faktor penghambat yang menyebabkan kurang maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu rendahnya PAD yang diterima, kurang maksimalnya pendapatan yang bersumber dari BUMD dan adanya politik anggaran nasional. Upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempermudah sistem dan prosedur pemungutan pajak dan retribusi daerah termasuk memperkuat peraturan yang mengatur; Upaya yang dilakukan dalam mengatasi minimnya kontribusi BUMD dalam meningkatkan PAD adalah menindaklanjuti peraturan perundang undangan, perbaikan kelembagaan BUMD, melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin dalam berjalannya pengelolaan BUMD, serta melakukan berbagai kegiatan guna mendukung implementasinya dengan pembentukan tim pembinaan BUMD. Kesimpulan: hasil pengukuran rasio yang didapat dengan diambil rata-rata hasil dari 4 tahun anggaran Kota Bandar Lampung yaitu rasio derajat desentralisasi 41,26% pada kriteria yang terbilang baik, rasio derajat ketergantungan 44,65% pada kriteria ketergantungan dengan kategori tinggi, dan rasio kemandirian keuangan 96,18% pada kriteria yaitu delegatif. Faktor penghambat yang menyebabkan kurang maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima. Upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempermudah sistem dan prosedur pemungutan pajak dan retribusi daerah termasuk memperkuat peraturan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14483 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06422/IPDN/2023 | 336.259 818 33 ZEL p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194625 | ||
| 005 | 20260302011814 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0326000072 |
| 082 | # | # | $a 336.259 818 33 |
| 084 | # | # | $a 336.259 818 33 ZEL p |
| 100 | 0 | # | $a Zelvia Irfina |
| 245 | 1 | # | $a PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENUNJANG KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG /$c Zelvia Irfina |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 22 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini diambil dari Permasalahan adanya ketergantungan bantuan dana dari pusat tersebut memberikan pandangan tentang keuangan daerah yang tidak dikelola dengan baik yang menandakan bahwa masih rendahnya kemandirian keuangan daerah Kota Bandar Lampung. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab kurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara berpikir induktif menggunakan beberapa rasio keuangan yaitu, rasio derajat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, dan rasio kemandirian keuangan daerah. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kota Bandar Lampung tahun 2017-2020. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan 6 orang dari bidang pengelolaan keuangan daerah Kota Kota Bandar Lampung dan dokumentasi dengan dokumen terkait. Hasil/Temuan: hasil pengukuran rasio yang didapat dengan diambil rata-rata hasil dari 4 tahun anggaran Kota Bandar Lampung yaitu rasio derajat desentralisasi 41,26% pada kriteria yang terbilang baik, rasio derajat ketergantungan 44,65% pada kriteria ketergantungan dengan kategori tinggi, dan rasio kemandirian keuangan 96,18% pada kriteria yaitu delegatif. Faktor penghambat yang menyebabkan kurang maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu rendahnya PAD yang diterima, kurang maksimalnya pendapatan yang bersumber dari BUMD dan adanya politik anggaran nasional. Upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempermudah sistem dan prosedur pemungutan pajak dan retribusi daerah termasuk memperkuat peraturan yang mengatur; Upaya yang dilakukan dalam mengatasi minimnya kontribusi BUMD dalam meningkatkan PAD adalah menindaklanjuti peraturan perundang undangan, perbaikan kelembagaan BUMD, melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin dalam berjalannya pengelolaan BUMD, serta melakukan berbagai kegiatan guna mendukung implementasinya dengan pembentukan tim pembinaan BUMD. Kesimpulan: hasil pengukuran rasio yang didapat dengan diambil rata-rata hasil dari 4 tahun anggaran Kota Bandar Lampung yaitu rasio derajat desentralisasi 41,26% pada kriteria yang terbilang baik, rasio derajat ketergantungan 44,65% pada kriteria ketergantungan dengan kategori tinggi, dan rasio kemandirian keuangan 96,18% pada kriteria yaitu delegatif. Faktor penghambat yang menyebabkan kurang maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima. Upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempermudah sistem dan prosedur pemungutan pajak dan retribusi daerah termasuk memperkuat peraturan. |
| 650 | # | 4 | $a Pendapatan Asli Daerah |
| 700 | 0 | # | $a Haromin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14483 |
| 990 | # | # | $a 06422/IPDN/2023 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :