
| Judul | OPTIMALISASI PENERIMAAN SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU / Hanniel Ronaldio Solissa |
| Pengarang | Hanniel Ronaldio Solissa Simanjuntak, Tumpak Haposan |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 19 |
| Subjek | Pendapatan Asli Daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih rendahnya kontribusi sector perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Ambon Provinsi Maluku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi penerimaan sektor perikanan terhadap PAD di Kota Ambon. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian difokuskan pada proses kebijakan dan implementasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan informan kunci dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), karena mereka memiliki peran langsung dalam pengelolaan dan kebijakan retribusi sektor perikanan. Penelitian dilaksanakan di Kota Ambon selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2025. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi masih belum terlaksana secara maksimal. Pada dimensi regulasi, Perwali No. 1 Tahun 2024 tentang tarif retribusi belum mengakomodasi nilai transaksi atau volume ikan. Pada dimensi kelembagaan, masih ditemukan tumpang tindih wewenang antara BPPRD dan DKP. Pada dimensi teknis operasional, sistem pencatatan dan pemungutan masih manual, sehingga berpotensi mengurangi akurasi dan akuntabilitas PAD. Pengawasan juga belum sistematis dan tidak berbasis data elektronik. Temuan utama menunjukkan bahwa digitalisasi pemungutan berbasis transaksi merupakan kunci inovasi untuk peningkatan PAD dari sektor perikanan. Kesimpulan: Oleh sebab itu, reformasi kebijakan serta penerapan sistem berbasis teknologi yang menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap PAD Kota Ambon secara berkelanjutan. Kata kunci: PAD, Optimalisasi penerimaan sektor perikanan, kualitatif deskriptif, Digitalisasi sistem retribusi, Reformasi kebijakan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21590 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06912/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192472 | ||
| 005 | 20260126055237 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000917 |
| 082 | # | # | $a 336.025 985 222 |
| 084 | # | # | $a 336.025 985 222 HAN o |
| 100 | 0 | # | $a Hanniel Ronaldio Solissa |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PENERIMAAN SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /$c Hanniel Ronaldio Solissa |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 19 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih rendahnya kontribusi sector perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Ambon Provinsi Maluku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi penerimaan sektor perikanan terhadap PAD di Kota Ambon. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian difokuskan pada proses kebijakan dan implementasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan informan kunci dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), karena mereka memiliki peran langsung dalam pengelolaan dan kebijakan retribusi sektor perikanan. Penelitian dilaksanakan di Kota Ambon selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2025. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi masih belum terlaksana secara maksimal. Pada dimensi regulasi, Perwali No. 1 Tahun 2024 tentang tarif retribusi belum mengakomodasi nilai transaksi atau volume ikan. Pada dimensi kelembagaan, masih ditemukan tumpang tindih wewenang antara BPPRD dan DKP. Pada dimensi teknis operasional, sistem pencatatan dan pemungutan masih manual, sehingga berpotensi mengurangi akurasi dan akuntabilitas PAD. Pengawasan juga belum sistematis dan tidak berbasis data elektronik. Temuan utama menunjukkan bahwa digitalisasi pemungutan berbasis transaksi merupakan kunci inovasi untuk peningkatan PAD dari sektor perikanan. Kesimpulan: Oleh sebab itu, reformasi kebijakan serta penerapan sistem berbasis teknologi yang menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap PAD Kota Ambon secara berkelanjutan. Kata kunci: PAD, Optimalisasi penerimaan sektor perikanan, kualitatif deskriptif, Digitalisasi sistem retribusi, Reformasi kebijakan. |
| 650 | # | 4 | $a Pendapatan Asli Daerah |
| 700 | 0 | # | $a Simanjuntak, Tumpak Haposan |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21590 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :