
| Judul | POSITIONING POLITIK KEPALA DESA PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA BERBASIS E-VOTING DI DESA SEMUDUN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2023 / Rizki Ardelia |
| Pengarang | Rizki Ardelia Rossy Lambelanova |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilus |
| Subjek | Perilaku Politik Perempuan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dominasi laki-laki dalam kepemimpinan desa masih menjadi realitas di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mempawah. Terpilihnya Ibu Wahdah sebagai kepala desa perempuan pertama di Desa Semudun pada Pilkades 2023 berbasis e-voting menjadi fenomena politik yang menarik untuk dikaji. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui positioning politik Kepala Desa Semudun dalam pemilihan kepala desa berbasis e-voting di Desa Semudun pada taun 2023. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendaam serta dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori positioning politik oleh Worcester dan Baines (2006), yang mencakup empat dimensi yaitu riset pasar dan isu politik, riset oposisi dan lawan, penyusunan produk politik dan penyampaian pesan politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa positioning politik yang dilakukan kepala desa semudun dinilai cukup berhasil namun ada satu dimensi yang belum maksimal yakni penyampaian pesan politik yang dilakukan hanya mengandalkan pertemuan secara langsung belum menggunakan media sosial. Kesimpulan: Keberhasilan Ibu Wahdah sebagai kepala desa perempuan pertama di Desa Semudun dalam Pilkades e-voting 2023 menunjukkan efektivitas strategi positioning politik yang mencakup riset masyarakat, pengamatan lawan, penyusunan program, dan penyampaian pesan politik. Meskipun penyampaian pesan belum maksimal, pendekatan yang merakyat, kolaborasi dengan tokoh lokal, dan program responsif gender menjadi kunci kemenangan. Strategi ini dapat menjadi contoh bagi kandidat perempuan lainnya dalam membangun citra kepemimpinan di tingkat desa. Kata Kunci: Positioning Politik, Pemilihan Kepala Desa, Kepala Desa Perempuan |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06835/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192336 | ||
| 005 | 20260122020142 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000781 |
| 082 | # | # | $a 324.659 832 |
| 084 | # | # | $a 324.659 832 RIZ p |
| 100 | 0 | # | $a Rizki Ardelia |
| 245 | 1 | # | $a POSITIONING POLITIK KEPALA DESA PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA BERBASIS E-VOTING DI DESA SEMUDUN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2023 /$c Rizki Ardelia |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dominasi laki-laki dalam kepemimpinan desa masih menjadi realitas di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mempawah. Terpilihnya Ibu Wahdah sebagai kepala desa perempuan pertama di Desa Semudun pada Pilkades 2023 berbasis e-voting menjadi fenomena politik yang menarik untuk dikaji. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui positioning politik Kepala Desa Semudun dalam pemilihan kepala desa berbasis e-voting di Desa Semudun pada taun 2023. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendaam serta dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori positioning politik oleh Worcester dan Baines (2006), yang mencakup empat dimensi yaitu riset pasar dan isu politik, riset oposisi dan lawan, penyusunan produk politik dan penyampaian pesan politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa positioning politik yang dilakukan kepala desa semudun dinilai cukup berhasil namun ada satu dimensi yang belum maksimal yakni penyampaian pesan politik yang dilakukan hanya mengandalkan pertemuan secara langsung belum menggunakan media sosial. Kesimpulan: Keberhasilan Ibu Wahdah sebagai kepala desa perempuan pertama di Desa Semudun dalam Pilkades e-voting 2023 menunjukkan efektivitas strategi positioning politik yang mencakup riset masyarakat, pengamatan lawan, penyusunan program, dan penyampaian pesan politik. Meskipun penyampaian pesan belum maksimal, pendekatan yang merakyat, kolaborasi dengan tokoh lokal, dan program responsif gender menjadi kunci kemenangan. Strategi ini dapat menjadi contoh bagi kandidat perempuan lainnya dalam membangun citra kepemimpinan di tingkat desa. Kata Kunci: Positioning Politik, Pemilihan Kepala Desa, Kepala Desa Perempuan |
| 650 | # | 4 | $a Perilaku Politik Perempuan |
| 700 | 0 | # | $a Rossy Lambelanova |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :