
| Judul | IMPLEMENTASI PENGGUNAAN INOKSON SEBAGAI PENGGANTI KANTONG PLASTIK DALAM MENANGANI TIMBULAN SAMPAH DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA / Koibur, Lidia Oxsana Adatah |
| Pengarang | Koibur, Lidia Oxsana Adatah Sinaga, Jona Bungaran Basuki |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | Permasalahan Sampah |
| Abstrak | Permasalahan: Kebijakan penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik di kabupaten Biak Numfor sebagai bentuk implementasi Peraturan Bupati Biak Numfor Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sampah menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul dan produksi sampah berlebih yang dihasilkan dari aktivitas manusia dapat mengakibatkan timbulan sampah, sampai saat ini timbulan sampah masih menjadi masalah di kabupaten biak numfor. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul Implementasi Penggunaan Inokson Sebagai Pengganti Kantong Plastik Dalam Menangani Timbulan Sampah Di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Tujuan dari penggunaan inokson ini adalah untuk mengurangi timbulan sampah di biak yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan kantong plastik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di kabupaten biak numfor provinsi papua, mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dari implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori Implementasi Purwanto dan Sulistyastuti (2012) yaitu kualitas kebijakan, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, dan kondisi lingkungan, geografi, sosial, ekonomi, dan politik tempat implementasi dilakukan. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di kabupaten biak numfor belum berjalan dengan optimal. Keterbatasan pemerintah dalam melakukan sosialisasi sehingga masih ada masyarakat yang belum paham dan sadar, regenerasi pengrajin inokson yang terbatas, dan juga anggaran yang kurang dikhususkan untuk kebijakan tersebut. Kesimpulan: Implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik di Kabupaten Biak Numfor belum berjalan secara optimal. Meskipun kebijakan telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2019, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala. Faktor-faktor penghambat utama meliputi kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, minimnya regenerasi pengrajin inokson, serta keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk mendukung keberlanjutan program. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan upaya dari pemerintah daerah, baik dalam aspek komunikasi kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, maupun dukungan finansial agar penggunaan inokson dapat lebih efektif dalam mengurangi timbulan sampah di wilayah tersebut. Kata kunci: Implementasi, Penggunaan Inokson, Timbulan Sampah |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24798 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06879/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192435 | ||
| 005 | 20260126100849 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000880 |
| 082 | # | # | $a 363.728 598 813 1 |
| 084 | # | # | $a 363.728 598 813 1 LID i |
| 100 | 3 | # | $a Koibur, Lidia Oxsana Adatah |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI PENGGUNAAN INOKSON SEBAGAI PENGGANTI KANTONG PLASTIK DALAM MENANGANI TIMBULAN SAMPAH DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA /$c Koibur, Lidia Oxsana Adatah |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan: Kebijakan penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik di kabupaten Biak Numfor sebagai bentuk implementasi Peraturan Bupati Biak Numfor Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sampah menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul dan produksi sampah berlebih yang dihasilkan dari aktivitas manusia dapat mengakibatkan timbulan sampah, sampai saat ini timbulan sampah masih menjadi masalah di kabupaten biak numfor. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul Implementasi Penggunaan Inokson Sebagai Pengganti Kantong Plastik Dalam Menangani Timbulan Sampah Di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Tujuan dari penggunaan inokson ini adalah untuk mengurangi timbulan sampah di biak yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan kantong plastik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di kabupaten biak numfor provinsi papua, mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dari implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori Implementasi Purwanto dan Sulistyastuti (2012) yaitu kualitas kebijakan, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, dan kondisi lingkungan, geografi, sosial, ekonomi, dan politik tempat implementasi dilakukan. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik dalam menangani timbulan sampah di kabupaten biak numfor belum berjalan dengan optimal. Keterbatasan pemerintah dalam melakukan sosialisasi sehingga masih ada masyarakat yang belum paham dan sadar, regenerasi pengrajin inokson yang terbatas, dan juga anggaran yang kurang dikhususkan untuk kebijakan tersebut. Kesimpulan: Implementasi penggunaan inokson sebagai pengganti kantong plastik di Kabupaten Biak Numfor belum berjalan secara optimal. Meskipun kebijakan telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2019, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala. Faktor-faktor penghambat utama meliputi kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, minimnya regenerasi pengrajin inokson, serta keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk mendukung keberlanjutan program. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan upaya dari pemerintah daerah, baik dalam aspek komunikasi kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, maupun dukungan finansial agar penggunaan inokson dapat lebih efektif dalam mengurangi timbulan sampah di wilayah tersebut. Kata kunci: Implementasi, Penggunaan Inokson, Timbulan Sampah |
| 650 | # | 4 | $a Permasalahan Sampah |
| 700 | 3 | # | $a Sinaga, Jona Bungaran Basuki |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24798 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :