
| Judul | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI DESA PANDEAN KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG / Rizal Aziz Anugerah |
| Pengarang | Rizal Aziz Anugerah Sinaga, Jona Bungaran Basuki |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | Pelestarian lingkungan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak di Indonesia, sehingga pemerintah mengembangkan Program Kampung Iklim (Proklim) berbasis aksi komunitas. Namun, implementasi Proklim di Kecamatan Ngablak belum merata, dengan keberhasilan yang bervariasi antar desa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi Proklim di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari Alexander Phuk Tjilen (2019). Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif inferensial dengan purposive sampling, melibatkan 98 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) melalui SPSS 27. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, dan lingkungan kebijakan berpengaruh signifikan terhadap implementasi Proklim, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,870 menunjukkan bahwa 87% variasi implementasi Proklim dijelaskan oleh variabel independen, sementara 13% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Proklim sangat bergantung pada komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya, sikap positif pelaksana, struktur birokrasi yang mendukung, serta lingkungan kebijakan yang kondusif. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah desa meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan serta mengoptimalkan sosialisasi dan pendanaan untuk efektivitas serta keberlanjutan program. Kata kunci: komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, lingkungan kebijakan, dan implementasi Program Kampung Iklim |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20170 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06635/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191971 | ||
| 005 | 20260118051108 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000416 |
| 082 | # | # | $a 363.759 826 44 |
| 084 | # | # | $a 363.759 826 44 RIZ f |
| 100 | 0 | # | $a Rizal Aziz Anugerah |
| 245 | 1 | # | $a FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI DESA PANDEAN KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG /$c Rizal Aziz Anugerah |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak di Indonesia, sehingga pemerintah mengembangkan Program Kampung Iklim (Proklim) berbasis aksi komunitas. Namun, implementasi Proklim di Kecamatan Ngablak belum merata, dengan keberhasilan yang bervariasi antar desa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi Proklim di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan dari Alexander Phuk Tjilen (2019). Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif inferensial dengan purposive sampling, melibatkan 98 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) melalui SPSS 27. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, dan lingkungan kebijakan berpengaruh signifikan terhadap implementasi Proklim, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,870 menunjukkan bahwa 87% variasi implementasi Proklim dijelaskan oleh variabel independen, sementara 13% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Proklim sangat bergantung pada komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya, sikap positif pelaksana, struktur birokrasi yang mendukung, serta lingkungan kebijakan yang kondusif. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah desa meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan serta mengoptimalkan sosialisasi dan pendanaan untuk efektivitas serta keberlanjutan program. Kata kunci: komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, lingkungan kebijakan, dan implementasi Program Kampung Iklim |
| 650 | # | 4 | $a Pelestarian lingkungan |
| 700 | 3 | # | $a Sinaga, Jona Bungaran Basuki |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20170 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :