Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENGUATAN KAPASITAS SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT / NOOR SANDY MASRINANDA
Pengarang NOOR SANDY MASRINANDA
Luh Putu Vera Astri Pujayanti
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16 :Ilus
Subjek Perlindungan Masyarakat
Abstrak Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Pelaihari, Tanah Laut sangat terbatas akibat berbagai tantangan, termasuk anggaran yang tidak memadai, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya fasilitasdanperalatan yang memadai. Masalah ini semakin diperburuk oleh rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketentraman dan ketertiban umum. Akibatnya, Satlinmas kesulitan menjalankan tugasnya secara efektif, yang berpotensi mengancam stabilitas dan keselamatan masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan kebijakan yang lebih kuat dan inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas Satlinmas, guna lebih efektif menangani ancaman keamanan dan mendukung penegakan hukum di tingkat desa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penguatan kapasitas Satlinmas di Pelaihari dan perannya dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) di daerah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dengan fokus pada informan kunci dari berbagai unit pemerintah daerah dan anggota Satlinmas. Analisis didasarkan pada teori penguatan kapasitas Merilee S. Grindle, yang mencakup tiga dimensi: pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya penguatan kapasitas Satlinmas di Pelaihari belum sepenuhnya efektif. Hambatan utama termasuk anggaran yang terbatas, kesempatan pelatihan yang minim, dan kurangnya peralatan yang memadai untuk anggota Satlinmas. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap peran Satlinmas dalam menjaga ketertiban masih rendah. Namun, pihak berwenang setempat telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi tantangan ini, termasuk pelatihan berkala, penyusunan peraturan daerah, dan peningkatan koordinasi antar lembaga. Kesimpulan: Meskipun Satlinmas di Pelaihari telah berkontribusi dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum, efektivitasnya masih terkendala oleh berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, pelatihan yang tidak memadai, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perannya. Kata kunci: Ketentraman dan Ketertiban Umum, Pemerintah Daerah, Pelaihari, Satlinmas, Tanah Laut

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06939/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192501
005 20260127091547
035 # # $a 0010-0126000946
082 # # $a 352.345 983 612
084 # # $a 352.345 983 612 NOO p
100 0 # $a NOOR SANDY MASRINANDA
245 1 # $a PENGUATAN KAPASITAS SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT /$c NOOR SANDY MASRINANDA
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Pelaihari, Tanah Laut sangat terbatas akibat berbagai tantangan, termasuk anggaran yang tidak memadai, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya fasilitasdanperalatan yang memadai. Masalah ini semakin diperburuk oleh rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketentraman dan ketertiban umum. Akibatnya, Satlinmas kesulitan menjalankan tugasnya secara efektif, yang berpotensi mengancam stabilitas dan keselamatan masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan kebijakan yang lebih kuat dan inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas Satlinmas, guna lebih efektif menangani ancaman keamanan dan mendukung penegakan hukum di tingkat desa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penguatan kapasitas Satlinmas di Pelaihari dan perannya dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) di daerah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dengan fokus pada informan kunci dari berbagai unit pemerintah daerah dan anggota Satlinmas. Analisis didasarkan pada teori penguatan kapasitas Merilee S. Grindle, yang mencakup tiga dimensi: pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya penguatan kapasitas Satlinmas di Pelaihari belum sepenuhnya efektif. Hambatan utama termasuk anggaran yang terbatas, kesempatan pelatihan yang minim, dan kurangnya peralatan yang memadai untuk anggota Satlinmas. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap peran Satlinmas dalam menjaga ketertiban masih rendah. Namun, pihak berwenang setempat telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi tantangan ini, termasuk pelatihan berkala, penyusunan peraturan daerah, dan peningkatan koordinasi antar lembaga. Kesimpulan: Meskipun Satlinmas di Pelaihari telah berkontribusi dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum, efektivitasnya masih terkendala oleh berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, pelatihan yang tidak memadai, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perannya. Kata kunci: Ketentraman dan Ketertiban Umum, Pemerintah Daerah, Pelaihari, Satlinmas, Tanah Laut
650 # 4 $a Perlindungan Masyarakat
700 0 # $a Luh Putu Vera Astri Pujayanti
Content Unduh katalog