Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT / Siringo Ringo, Eva Febriana
Pengarang Siringo Ringo, Eva Febriana
Fanila Kasmita Kusuma
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13
Subjek Perlindungan dan keselamatan tenaga kerja
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk diteliti mengingat tingginya risiko kerja yang dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran, seperti paparan api, bahan kimia, dan runtuhan bangunan. Meskipun regulasi K3 telah tersedia, implementasinya di tingkat daerah, khususnya pada Dinas Pemadam Kebakaran, masih sering menghadapi hambatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi (K3) di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Solok. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan dari George C. Edward III yang mencakup empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari aspek komunikasi, penyampaian informasi mengenai K3 sudah dilakukan namun belum terdokumentasi secara sistematis. Dari aspek sumber daya, masih terdapat keterbatasan alat pelindung diri dan kurangnya pelatihan berkala. Dari sisi disposisi, sebagian besar petugas memiliki komitmen terhadap pelaksanaan K3 namun masih ditemukan pelanggaran kedisiplinan dalam penggunaan APD. Sementara itu, dari segi struktur birokrasi, belum terdapat unit khusus yang menangani K3 secara terfokus dan SOP belum dijalankan secara konsisten. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan dokumentasi komunikasi, pemenuhan peralatan K3 yang memadai, pelatihan rutin serta pembentukan struktur khusus yang menangani K3 agar implementasinya lebih maksimal. Kesimpulan: Peneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi K3 di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Solok belum berjalan secara optimal. Kata Kunci : APD, Implementasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07032/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192630
005 20260128092208
035 # # $a 0010-0126001075
082 # # $a 357.459 813
084 # # $a 357.459 813 SIR i
100 0 # $a Siringo Ringo, Eva Febriana
245 1 # $a IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Siringo Ringo, Eva Febriana
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk diteliti mengingat tingginya risiko kerja yang dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran, seperti paparan api, bahan kimia, dan runtuhan bangunan. Meskipun regulasi K3 telah tersedia, implementasinya di tingkat daerah, khususnya pada Dinas Pemadam Kebakaran, masih sering menghadapi hambatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi (K3) di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Solok. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan dari George C. Edward III yang mencakup empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari aspek komunikasi, penyampaian informasi mengenai K3 sudah dilakukan namun belum terdokumentasi secara sistematis. Dari aspek sumber daya, masih terdapat keterbatasan alat pelindung diri dan kurangnya pelatihan berkala. Dari sisi disposisi, sebagian besar petugas memiliki komitmen terhadap pelaksanaan K3 namun masih ditemukan pelanggaran kedisiplinan dalam penggunaan APD. Sementara itu, dari segi struktur birokrasi, belum terdapat unit khusus yang menangani K3 secara terfokus dan SOP belum dijalankan secara konsisten. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan dokumentasi komunikasi, pemenuhan peralatan K3 yang memadai, pelatihan rutin serta pembentukan struktur khusus yang menangani K3 agar implementasinya lebih maksimal. Kesimpulan: Peneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi K3 di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Solok belum berjalan secara optimal. Kata Kunci : APD, Implementasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
650 # 4 $a Perlindungan dan keselamatan tenaga kerja
700 0 # $a Fanila Kasmita Kusuma
Content Unduh katalog