
| Judul | KOMITMEN ORGANISASIONAL APARATUR SIPIL NEGARA DI DAERAH OTONOMI BARU : (STUDI KASUS ASN PADA BIRO ORGANISASI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN) / Enambere, Anis Weko |
| Pengarang | Enambere, Anis Weko Azharisman Rozie |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 |
| Subjek | Otonomi daerah di papua (provinsi) |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam membentuk kinerja dan loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pembangunan awal seperti Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan infrastruktur, akses digital, serta sistem birokrasi yang belum matang menjadi tantangan besar dalam menciptakan ASN yang berkomitmen tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa ASN menunjukkan komitmen yang baik ditunjukkan dalam 3 dimensi yang digunakan menunjukkan hasil yang baik. Dimensi komitmen afektif melalui keterlibatan emosional, loyalitas, dan keinginan berkarier di organisasi. Komitmen normatif tercermin dari kesadaran moral, partisipasi aktif, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, komitmen kontinu muncul karena pertimbangan rasional terhadap stabilitas kerja, lingkungan yang suportif, dan prospek pengembangan diri. Kesimpulan: Komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Provinsi Papua Pegunungan terbentuk kuat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Untuk itu perlu Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan bimbingan teknis, menerapkan sistem insentif berbasis kinerja dan loyalitas, serta meningkatkan sarana prasarana kerja, termasuk digitalisasi sistem informasi pemerintahan, guna memperkuat kapasitas, motivasi, dan efektivitas kerja ASN di daerah otonomi baru. Kata Kunci: Komitmen Organisasional, ASN, Daerah Otonomi Baru |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24677 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07035/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192633 | ||
| 005 | 20260128092957 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001078 |
| 082 | # | # | $a 352.140 959 881 |
| 084 | # | # | $a 352.140 959 881 ENA k |
| 100 | 3 | # | $a Enambere, Anis Weko |
| 245 | 1 | # | $a KOMITMEN ORGANISASIONAL APARATUR SIPIL NEGARA DI DAERAH OTONOMI BARU : $b (STUDI KASUS ASN PADA BIRO ORGANISASI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN) /$c Enambere, Anis Weko |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam membentuk kinerja dan loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pembangunan awal seperti Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan infrastruktur, akses digital, serta sistem birokrasi yang belum matang menjadi tantangan besar dalam menciptakan ASN yang berkomitmen tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa ASN menunjukkan komitmen yang baik ditunjukkan dalam 3 dimensi yang digunakan menunjukkan hasil yang baik. Dimensi komitmen afektif melalui keterlibatan emosional, loyalitas, dan keinginan berkarier di organisasi. Komitmen normatif tercermin dari kesadaran moral, partisipasi aktif, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, komitmen kontinu muncul karena pertimbangan rasional terhadap stabilitas kerja, lingkungan yang suportif, dan prospek pengembangan diri. Kesimpulan: Komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Provinsi Papua Pegunungan terbentuk kuat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Untuk itu perlu Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan bimbingan teknis, menerapkan sistem insentif berbasis kinerja dan loyalitas, serta meningkatkan sarana prasarana kerja, termasuk digitalisasi sistem informasi pemerintahan, guna memperkuat kapasitas, motivasi, dan efektivitas kerja ASN di daerah otonomi baru. Kata Kunci: Komitmen Organisasional, ASN, Daerah Otonomi Baru |
| 650 | # | 4 | $a Otonomi daerah di papua (provinsi) |
| 700 | 0 | # | $a Azharisman Rozie |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24677 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :