Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN LEMBAGA ADAT MELAYU DALAM MELESTARIKAN BAHASA MELAYU DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU / Boya Bimantara
Pengarang Boya Bimantara
Dewi Safitri
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025
Deskripsi Fisik 15 :Ilus
Subjek Administrasi Negara Bidang Kebudayaan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Menurunnya penggunaan bahasa Melayu di Kota Pekanbaru menjadi persoalan serius yang mengancam identitas budaya lokal. Dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Minangkabau, serta minimnya minat generasi muda terhadap bahasa Melayu mempercepat proses marginalisasi bahasa tersebut. Fenomena ini menunjukkan lemahnya intergenerasi pewarisan bahasa sebagai warisan budaya yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran Lembaga Adat Melayu Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori peran Biddle & Thomas. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan adalah peran Lembaga Adat Melayu(LAM) Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru dianalisis melalui dimensi pada teori peran Biddle & Thomas, pada dimensi harapan yang muncul menghasilkan empat kategori utama yaitu pelestarian bahasa melalui integrasi kurikulum dan sosialisasi, dukungan pemerintah berupa regulasi dan anggaran, peningkatan koordinasi dalam LAM, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya pendukung, pada dimensi norma diketahui bahwa LAM telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku baik berdasarkan anggaran rumah tangga internal maupun Peraturan Daerah yang telah disahkan oleh pemerintah, pada dimensi peforma diketahui bahwa tingkat keikutsertaan perilaku pada peran yang dijalankan sudah berjalan cukup baik tetapi masih menghadapi tantangan namun LAM berkomitmen untuk melakukan evaluasi pendekatan manajemen yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pada dimensi evaluasi dan sanksi diketahui bahwa program dari LAM mendapat respon positif dan respon negatif yang dijadikan bahan evaluasi dan pentingnya pendekatan demokratis dan berbasis konsensus dalam pelestarian budaya, dengan tujuan agar semua elemen masyarakat merasa dihargai dalam proses tersebut Kesimpulan: Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berperan aktif dalam melestarikan bahasa Melayu melalui kegiatan edukatif, sosial-budaya, serta kerja sama dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. Kata Kunci:Bahasa Melayu, Lembaga Adat, Pelestarian Budaya, Pekanbaru, Identitas Kultural
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/24610

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07066/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192675
005 20260128110943
035 # # $a 0010-0126001120
082 # # $a 353.709 598 141 11
084 # # $a 353.709 598 141 11 BOY p
100 0 # $a Boya Bimantara
245 1 # $a PERAN LEMBAGA ADAT MELAYU DALAM MELESTARIKAN BAHASA MELAYU DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU /$c Boya Bimantara
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025
300 # # $a 15 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Menurunnya penggunaan bahasa Melayu di Kota Pekanbaru menjadi persoalan serius yang mengancam identitas budaya lokal. Dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Minangkabau, serta minimnya minat generasi muda terhadap bahasa Melayu mempercepat proses marginalisasi bahasa tersebut. Fenomena ini menunjukkan lemahnya intergenerasi pewarisan bahasa sebagai warisan budaya yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran Lembaga Adat Melayu Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori peran Biddle & Thomas. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan adalah peran Lembaga Adat Melayu(LAM) Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru dianalisis melalui dimensi pada teori peran Biddle & Thomas, pada dimensi harapan yang muncul menghasilkan empat kategori utama yaitu pelestarian bahasa melalui integrasi kurikulum dan sosialisasi, dukungan pemerintah berupa regulasi dan anggaran, peningkatan koordinasi dalam LAM, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya pendukung, pada dimensi norma diketahui bahwa LAM telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku baik berdasarkan anggaran rumah tangga internal maupun Peraturan Daerah yang telah disahkan oleh pemerintah, pada dimensi peforma diketahui bahwa tingkat keikutsertaan perilaku pada peran yang dijalankan sudah berjalan cukup baik tetapi masih menghadapi tantangan namun LAM berkomitmen untuk melakukan evaluasi pendekatan manajemen yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pada dimensi evaluasi dan sanksi diketahui bahwa program dari LAM mendapat respon positif dan respon negatif yang dijadikan bahan evaluasi dan pentingnya pendekatan demokratis dan berbasis konsensus dalam pelestarian budaya, dengan tujuan agar semua elemen masyarakat merasa dihargai dalam proses tersebut Kesimpulan: Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berperan aktif dalam melestarikan bahasa Melayu melalui kegiatan edukatif, sosial-budaya, serta kerja sama dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. Kata Kunci:Bahasa Melayu, Lembaga Adat, Pelestarian Budaya, Pekanbaru, Identitas Kultural
650 # 4 $a Administrasi Negara Bidang Kebudayaan
700 0 # $a Dewi Safitri
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24610
Content Unduh katalog