
| Judul | PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM PEMANTAUAN PENGUNGSI DI KOTA PEKANBARU : BUPATI NGANTOR DI KAMPUNG / Muhammad Ardi Nurfaizi |
| Pengarang | Muhammad Ardi Nurfaizi Dewi Safitri |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 13 hlm :ILUS ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Keamanan Nasional |
| Abstrak | Penulis berfokus pada pada permasalahan pengungsi yang ada di Kota Pekanbaru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru dalam melakukan pemantauan pengungsi sesuai dengan tugas yang tertera dalam peraturan walikota Pekanbaru. Metode: Metode Penelitian ini adalah Kualitatif bersifat deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan google translate. Hasil/Temuan: Menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol belum maksimal, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru dalam melaksanakan pemantauan para pengungsi bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) dan kantor imigrasi yang diwakili oleh Rudenim Pekanbaru. Hasil pemantauan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi masukan dan pertimbangan bagi IOM dalam melakukan penempatan para pengungsi di setiap lokasi penampungan. Kesimpulan: Dalam melaksanakan pemantauan ini terdapat hambatan berupa anggaran, jumlah sumber daya manusia dan teknologi yang belum mendukung. Saran yang diajukan penulis dari penelitian ini adalah; 1). Meningkatkan pemantauan terhadap para pengungsi, sebaiknya langsung ikut serta dalam pemberian sarana dan prasarana kepada pengungsi. 2). Badan Kesbangpol harus melakukan koordinasi bersama satuan tugas pengungsi luar negeri dan pihak kementrian untuk meningkatkan anggaran, pelatihan sumber daya manusia dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada. 3). Melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelatihan pegawai, dan melakukan pengecekan kelayakan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas pemantauan para pengungsi. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18866 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00264/IPDN/2026 | 355.035 981 411 1 MUH p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193226 | ||
| 005 | 20260204092806 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000310 |
| 082 | # | # | $a 355.035 981 411 1 |
| 084 | # | # | $a 355.035 981 411 1 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Ardi Nurfaizi |
| 245 | 1 | # | $a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM PEMANTAUAN PENGUNGSI DI KOTA PEKANBARU : $b BUPATI NGANTOR DI KAMPUNG /$c Muhammad Ardi Nurfaizi |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 13 hlm : $b ILUS ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Penulis berfokus pada pada permasalahan pengungsi yang ada di Kota Pekanbaru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru dalam melakukan pemantauan pengungsi sesuai dengan tugas yang tertera dalam peraturan walikota Pekanbaru. Metode: Metode Penelitian ini adalah Kualitatif bersifat deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan google translate. Hasil/Temuan: Menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol belum maksimal, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru dalam melaksanakan pemantauan para pengungsi bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) dan kantor imigrasi yang diwakili oleh Rudenim Pekanbaru. Hasil pemantauan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi masukan dan pertimbangan bagi IOM dalam melakukan penempatan para pengungsi di setiap lokasi penampungan. Kesimpulan: Dalam melaksanakan pemantauan ini terdapat hambatan berupa anggaran, jumlah sumber daya manusia dan teknologi yang belum mendukung. Saran yang diajukan penulis dari penelitian ini adalah; 1). Meningkatkan pemantauan terhadap para pengungsi, sebaiknya langsung ikut serta dalam pemberian sarana dan prasarana kepada pengungsi. 2). Badan Kesbangpol harus melakukan koordinasi bersama satuan tugas pengungsi luar negeri dan pihak kementrian untuk meningkatkan anggaran, pelatihan sumber daya manusia dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada. 3). Melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelatihan pegawai, dan melakukan pengecekan kelayakan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas pemantauan para pengungsi. |
| 600 | # | 4 | $a Keamanan Nasional |
| 700 | 0 | # | $a Dewi Safitri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18866 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :