
| Judul | MANAJEMEN TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Zahratul Rahmah |
| Pengarang | Zahratul Rahmah M. Amin |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 :Ilus |
| Subjek | bencana kebakaran |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan di Kota Banjarmasin, yang menjadi masalah serius dengan dampak besar pada kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, serta gangguan ekonomi dan sosial. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen tanggap darurat dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan di Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 10 informan, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori manajemen bencana dan manajemen tanggap darurat, yang mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Nurjanah dkk (2012) terkait tahapan manajemen bencana, serta teori pemerintahan dari David Osborne dan Ted Gaebler (1992) yang menekankan peran pemerintah sebagai fasilitator dan koordinator dalam penanggulangan bencana. Pendekatan induktif yang digunakan bertujuan untuk menyusun pemahaman yang mendalam mengenai penerapan teori-teori tersebut dalam konteks bencana kebakaran lahan, sehingga dapat merumuskan strategi yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan manajemen tanggap darurat di Kota Banjarmasin. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen tanggap darurat di Kota Banjarmasin sudah efektif dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat, dengan koordinasi antarinstansi yang baik. Namun, terdapat kendala seperti kerusakan peralatan pemadam, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pelaporan kebakaran, serta tantangan geografis yang memperlambat respons. Kesimpulan: Manajemen tanggap darurat kebakaran lahan di Kota Banjarmasin sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih membutuhkan perbaikan pada beberapa aspek seperti peralatan pemadam kebakaran yang rusak dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelaporan kebakaran. Untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat, perbaikan sarana, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan infrastruktur sangat diperlukan. Kata kunci: Manajemen Tanggap Darurat; Kebakaran Lahan; Koordinasi Antarinstansi; Kesadaran Masyarakat; Infrastruktur; Kota Banjarmasin. |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07208/IPDN/2025 | Deposit | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192827 | ||
| 005 | 20260129104906 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001272 |
| 082 | # | # | $a 363.375 983 61 |
| 084 | # | # | $a 363.375 983 61 ZAH m |
| 100 | 0 | # | $a Zahratul Rahmah |
| 245 | 1 | # | $a MANAJEMEN TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Zahratul Rahmah |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan di Kota Banjarmasin, yang menjadi masalah serius dengan dampak besar pada kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, serta gangguan ekonomi dan sosial. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen tanggap darurat dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan di Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 10 informan, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori manajemen bencana dan manajemen tanggap darurat, yang mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Nurjanah dkk (2012) terkait tahapan manajemen bencana, serta teori pemerintahan dari David Osborne dan Ted Gaebler (1992) yang menekankan peran pemerintah sebagai fasilitator dan koordinator dalam penanggulangan bencana. Pendekatan induktif yang digunakan bertujuan untuk menyusun pemahaman yang mendalam mengenai penerapan teori-teori tersebut dalam konteks bencana kebakaran lahan, sehingga dapat merumuskan strategi yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan manajemen tanggap darurat di Kota Banjarmasin. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen tanggap darurat di Kota Banjarmasin sudah efektif dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat, dengan koordinasi antarinstansi yang baik. Namun, terdapat kendala seperti kerusakan peralatan pemadam, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pelaporan kebakaran, serta tantangan geografis yang memperlambat respons. Kesimpulan: Manajemen tanggap darurat kebakaran lahan di Kota Banjarmasin sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih membutuhkan perbaikan pada beberapa aspek seperti peralatan pemadam kebakaran yang rusak dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelaporan kebakaran. Untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat, perbaikan sarana, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan infrastruktur sangat diperlukan. Kata kunci: Manajemen Tanggap Darurat; Kebakaran Lahan; Koordinasi Antarinstansi; Kesadaran Masyarakat; Infrastruktur; Kota Banjarmasin. |
| 650 | # | 4 | $a bencana kebakaran |
| 700 | 0 | # | $a M. Amin |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :