Cite This        Tampung        Export Record
Judul MEREK POLITIK (POLITICAL BRANDING) WALIKOTA TERPILIH MELALUI AKUN INSTAGRAM PADA MASA KAMPANYE PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Simanjuntak Jessica Dorinda
Pengarang Simanjuntak Jessica Dorinda
Astika Ummy Athahirah
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 14 Hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Kampanye Politik
Abstrak Kemenangan walikota terpilih pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Kota Medan yang lalu diikuti oleh beragam isu dan tanggapan yang berkembang dari Masyarakat. Mulai dari isu identitas politik sebagai menantu presiden yang menjabat, usia yang masih muda, serta latar belakang yang bukan dari dunia politik. Tujuan: itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam melalui analisis merek politik atau political branding Walikota Terpilih Kota Medan selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 melalui akun Instagram. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Quasi-Qualitative Desain (QQD) atau semi kuaIitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) oleh Van Dijk (2009). Penulis menggunakan teori Six Stages of Political Branding atau Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi menurut Philbrick dan Cleveland (2015) dengan menggunakan 3 dari 6 dimensi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Hasil/Temuan: Pendekatan yang dilakukan melalui beragam media terutama Instagram membuat beliau lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dari beragam kalangan termasuk anak muda. Dalam konten unggahannya beliau sering menyampaikan programnya yaitu program prioritas dengan tagline #KolaborasiMedanBerkah yang selalu melekat. Interaksi yang dibangun melalui berbagai aktivitas dan kunjungan untuk mendengar keluhan dan aspirasi Masyarakat menambah nilai tambah yang dipandang peduli oleh Masyarakat. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Walikota Terpilih tahun 2020 di Kota Medan menampilkan diri dengan merek atau brand yang “ramah, peduli, dan berjiwa muda.”
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17111

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00237/IPDN/2026 324.959 859 812 11 SIM m Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193112
005 20260204120528
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000196
082 # # $a 324.959 859 812 11
084 # # $a 324.959 859 812 11 SIM m
100 0 # $a Simanjuntak Jessica Dorinda
245 1 # $a MEREK POLITIK (POLITICAL BRANDING) WALIKOTA TERPILIH MELALUI AKUN INSTAGRAM PADA MASA KAMPANYE PILKADA TAHUN 2020 DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Simanjuntak Jessica Dorinda
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 14 Hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Kemenangan walikota terpilih pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Kota Medan yang lalu diikuti oleh beragam isu dan tanggapan yang berkembang dari Masyarakat. Mulai dari isu identitas politik sebagai menantu presiden yang menjabat, usia yang masih muda, serta latar belakang yang bukan dari dunia politik. Tujuan: itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam melalui analisis merek politik atau political branding Walikota Terpilih Kota Medan selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 melalui akun Instagram. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Quasi-Qualitative Desain (QQD) atau semi kuaIitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) oleh Van Dijk (2009). Penulis menggunakan teori Six Stages of Political Branding atau Kerangka Kerja Penilaian Identitas Merek Politik Pribadi menurut Philbrick dan Cleveland (2015) dengan menggunakan 3 dari 6 dimensi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Hasil/Temuan: Pendekatan yang dilakukan melalui beragam media terutama Instagram membuat beliau lebih mudah untuk menjangkau masyarakat dari beragam kalangan termasuk anak muda. Dalam konten unggahannya beliau sering menyampaikan programnya yaitu program prioritas dengan tagline #KolaborasiMedanBerkah yang selalu melekat. Interaksi yang dibangun melalui berbagai aktivitas dan kunjungan untuk mendengar keluhan dan aspirasi Masyarakat menambah nilai tambah yang dipandang peduli oleh Masyarakat. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Walikota Terpilih tahun 2020 di Kota Medan menampilkan diri dengan merek atau brand yang “ramah, peduli, dan berjiwa muda.”
600 # 4 $a Kampanye Politik
700 0 # $a Astika Ummy Athahirah
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17111
Content Unduh katalog