Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Moehammad Izzan Ismail Rangkuti
Pengarang Moehammad Izzan Ismail Rangkuti
Pratiwi Nurhascaryani
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024
Deskripsi Fisik 14
Subjek Layanan Penanggulangan Kemiskinan
Abstrak Permasalahan (GAP): Implementasi kebijakan bantuan pangan non tunai di kota medan yaitu mengimplementasikan kebijakan program bantuan pangan non tunai di kota medan dari pengimplementasian itu kota dapat mengurangi jumalah angka kemiskinan yang ada di kota medan. Permasalahan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di kota Medan adalah masih banyaknya bantuan yang disalurkan belum tepat sasaran sehingga banyak Masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Implementasi kebijakan program bantuan pangan non tunai di kota medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini terdiri dari 6 (Enam) orang yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil/Temuan: penelitian Implementasi kebijakan program bantuan langsung non tunai dikota medan, terdiri dari enam sub indikator yaitu (1) Kepentingan yang dipengaruhi dari kebijakan program bantuan langsung non tunai adalah masyarakat miskin dan rentan miskin. (2) Tipe manfaat yang dihasilkan dari stakeholder dan masyarakat miskin sangat baik. (3) Pelaksanaan program dinilai sudah dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. (4) Letak pengambilan keputusan dalam hal ini sudah ditetapkan sesuai aturan atau regulasi yang ada. (5) Sumber daya yang dilibatkan, terbagi menjadi dua yaitu sumber daya sarana prasarana dan sumber daya manusia. (6) Kepatuhan dan daya tanggap yang dihasilkan dari program ini berespon positif yaitu masyarakat menyambut baik dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan pangan non tunai. Kesimpulan: Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ini masih belum optimal/ tepat sasaran sehingga masih banyaknya Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan ini.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16874

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04620/IPDN/2024 362.509 598 121 1 MOE i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193260
005 20260205091611
035 # # $a 0010-0226000344
082 # # $a 362.509 598 121 1
084 # # $a 362.509 598 121 1 MOE i
100 0 # $a Moehammad Izzan Ismail Rangkuti
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Moehammad Izzan Ismail Rangkuti
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024
300 # # $a 14
520 # # $a Permasalahan (GAP): Implementasi kebijakan bantuan pangan non tunai di kota medan yaitu mengimplementasikan kebijakan program bantuan pangan non tunai di kota medan dari pengimplementasian itu kota dapat mengurangi jumalah angka kemiskinan yang ada di kota medan. Permasalahan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di kota Medan adalah masih banyaknya bantuan yang disalurkan belum tepat sasaran sehingga banyak Masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Implementasi kebijakan program bantuan pangan non tunai di kota medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini terdiri dari 6 (Enam) orang yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Hasil/Temuan: penelitian Implementasi kebijakan program bantuan langsung non tunai dikota medan, terdiri dari enam sub indikator yaitu (1) Kepentingan yang dipengaruhi dari kebijakan program bantuan langsung non tunai adalah masyarakat miskin dan rentan miskin. (2) Tipe manfaat yang dihasilkan dari stakeholder dan masyarakat miskin sangat baik. (3) Pelaksanaan program dinilai sudah dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. (4) Letak pengambilan keputusan dalam hal ini sudah ditetapkan sesuai aturan atau regulasi yang ada. (5) Sumber daya yang dilibatkan, terbagi menjadi dua yaitu sumber daya sarana prasarana dan sumber daya manusia. (6) Kepatuhan dan daya tanggap yang dihasilkan dari program ini berespon positif yaitu masyarakat menyambut baik dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan pangan non tunai. Kesimpulan: Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ini masih belum optimal/ tepat sasaran sehingga masih banyaknya Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan ini.
600 # 4 $a Layanan Penanggulangan Kemiskinan
700 0 # $a Pratiwi Nurhascaryani
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16874
Content Unduh katalog