Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI : - / Dea Apsari Pramudana Putri
Pengarang Dea Apsari Pramudana Putri
Sulthon Rohmadin
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 18 hlm :Ilust ;--
ISBN -
Subjek penanggulangan banjir
Abstrak Bencana alam banjir merupakan bencana tahunan yang terus melanda Kabupaten Banyuwangi terkhusus kawasan Lingkungan Lebak Kelurahan Tukangkayu. Lingkungan Lebak merupakan kawasan permukiman yang memiliki kedalaman tanah yang sangat rendah yakni 6mdpl sehingga rawan terendam oleh banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Berbagai program penanggulangan bencana dari pemerntah telah dilaksanakan. Akan tetapi, bencana tahunan masih terus melanda dan merendam kawasan Lingkungan Lebak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis, serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam menunjang hasil penelitian. Penelitian ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mewawancari 22 informan kunci yang di dalamnya terdapat perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dengan BPBD sebagai leading sektornya. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai, program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi wilayah Lebak yang sangat rendah. Kesimpulan: Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masing-masing pihak terlibat pada setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang dialami. Pemerintah masih memegang peranan superior sedangkan dunia usaha dan masyarakat masih memegang peranan secara inferior. Rekomendasi: Perlu dilakukan penyetaraan masing-masing peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga penanggulangan bencana banjir dapat maksimal.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17805

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04726/IPDN/2024 627.459 828 82 DEA c Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193374
005 20260205015747
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000458
082 # # $a 627.459 828 82
084 # # $a 627.459 828 82 DEA c
100 0 # $a Dea Apsari Pramudana Putri
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI : $b - /$c Dea Apsari Pramudana Putri
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 18 hlm : $b Ilust ; $c -$e -
520 # # $a Bencana alam banjir merupakan bencana tahunan yang terus melanda Kabupaten Banyuwangi terkhusus kawasan Lingkungan Lebak Kelurahan Tukangkayu. Lingkungan Lebak merupakan kawasan permukiman yang memiliki kedalaman tanah yang sangat rendah yakni 6mdpl sehingga rawan terendam oleh banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Berbagai program penanggulangan bencana dari pemerntah telah dilaksanakan. Akan tetapi, bencana tahunan masih terus melanda dan merendam kawasan Lingkungan Lebak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis, serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam menunjang hasil penelitian. Penelitian ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mewawancari 22 informan kunci yang di dalamnya terdapat perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dengan BPBD sebagai leading sektornya. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai, program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi wilayah Lebak yang sangat rendah. Kesimpulan: Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masing-masing pihak terlibat pada setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang dialami. Pemerintah masih memegang peranan superior sedangkan dunia usaha dan masyarakat masih memegang peranan secara inferior. Rekomendasi: Perlu dilakukan penyetaraan masing-masing peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga penanggulangan bencana banjir dapat maksimal.
650 # 4 $a penanggulangan banjir
700 0 # $a Sulthon Rohmadin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17805
Content Unduh katalog