
| Judul | STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENERBITAN AKTA KEMATIAN DI KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO : - / Ahmad Fauzi |
| Pengarang | Ahmad Fauzi Rully Sumual |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 14 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Administrasi Pemerintahan Daerah |
| Abstrak | Permasalahan : Kematian adalah kejadian penting yang tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan orang. Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 44 ayat (1) dan (2) UU No. 24 Tahun 2013 Dari pernyataan tersebut, dapat di simpulkan bahwa pencatatan kematian wajib di laksanakan. Batas waktu pendaftaran kematian adalah 60 (enam puluh) hari kerja setelah hari kematian, kecuali untuk Warga Negara Asing yang batas waktunya adalah 10 (sepuluh) hari kerja setelah hari kematian Tujuan : Sehingga nantinya akan diketahui strategi apa yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gorontalo dalam meningkatkan penerbitan akta kematian dimasa sekarang ini.Pihak-pihak yang terlibat telah menegaskan komitmen dan kesepakatan untuk terus meningkatkan efektivitas program SIRANTI.Metode :Pada penelitian kali ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dikombinasikan dengan analisis SWOT yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan matriks SWOT dalam meneliti Strategi peningkatan penerbitan akta kematian di Kabupaten Gorontalo.Hasil : Program ini melibatkan berbagai kegiatan yang aktif di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Gorontalo, dengan memanfaatkan seluruh anggaran yang tersedia secara optimal. Dengan memanfaatkan ketentuan hukum Proses penerbitan akta kematian didasarkan pada ketentuan hukum yang ditetapkan dalam perundangundangan dan regulasi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang setempat, seperti peraturan yang ditetapkan oleh Bupati. Sebuah metode penting yang digunakan dalam pelaksanaan kebijakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gorontalo adalah strategi prioritas. Strategi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menangani kekurangan serta ancaman yang mungkin timbul dalam proses penerbitan akta kematian Diharapkan bahwa implementasi Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan menghasilkan peningkatan signifikan dalam pencapaian target penerbitan dokumen kependudukan, terutama akta kematian, yang sejalan dengan sasaran dan agenda nasional yang telah ditetapkan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19453 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04815/IPDN/2024 | 352.150 959 843 21 AHM s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193484 | ||
| 005 | 20260206092749 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000568 |
| 082 | # | # | $a 352.150 959 843 21 |
| 084 | # | # | $a 352.150 959 843 21 AHM s |
| 100 | 0 | # | $a Ahmad Fauzi |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PENERBITAN AKTA KEMATIAN DI KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO : $b - /$c Ahmad Fauzi |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 14 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan : Kematian adalah kejadian penting yang tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan orang. Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 44 ayat (1) dan (2) UU No. 24 Tahun 2013 Dari pernyataan tersebut, dapat di simpulkan bahwa pencatatan kematian wajib di laksanakan. Batas waktu pendaftaran kematian adalah 60 (enam puluh) hari kerja setelah hari kematian, kecuali untuk Warga Negara Asing yang batas waktunya adalah 10 (sepuluh) hari kerja setelah hari kematian Tujuan : Sehingga nantinya akan diketahui strategi apa yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gorontalo dalam meningkatkan penerbitan akta kematian dimasa sekarang ini.Pihak-pihak yang terlibat telah menegaskan komitmen dan kesepakatan untuk terus meningkatkan efektivitas program SIRANTI.Metode :Pada penelitian kali ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dikombinasikan dengan analisis SWOT yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan matriks SWOT dalam meneliti Strategi peningkatan penerbitan akta kematian di Kabupaten Gorontalo.Hasil : Program ini melibatkan berbagai kegiatan yang aktif di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Gorontalo, dengan memanfaatkan seluruh anggaran yang tersedia secara optimal. Dengan memanfaatkan ketentuan hukum Proses penerbitan akta kematian didasarkan pada ketentuan hukum yang ditetapkan dalam perundangundangan dan regulasi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang setempat, seperti peraturan yang ditetapkan oleh Bupati. Sebuah metode penting yang digunakan dalam pelaksanaan kebijakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gorontalo adalah strategi prioritas. Strategi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menangani kekurangan serta ancaman yang mungkin timbul dalam proses penerbitan akta kematian Diharapkan bahwa implementasi Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan menghasilkan peningkatan signifikan dalam pencapaian target penerbitan dokumen kependudukan, terutama akta kematian, yang sejalan dengan sasaran dan agenda nasional yang telah ditetapkan. |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi Pemerintahan Daerah |
| 700 | 0 | # | $a Rully Sumual |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19453 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :