
| Judul | PELAKSANAAN PENYULUHAN DAN PEMBINAAN PENGEMIS DAN MANUSIA SILVER DI KABUPATEN TULUNGAGUNG / DIMAS RESKI KURNIAWAN |
| Pengarang | DIMAS RESKI KURNIAWAN Boytenjuri |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 11 hlm :Ilust ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Layanan Sosial |
| Abstrak | Masalah kemiskinan yang terjadi pada masyarakat memberikan dampak yang begitu besar terhadap ketrentaman dan ketertiban yang terjadi dimasyarakat. Pelanggaran ketertiban sosial mencakup berbagai tindakan yang dapat mengganggu keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat, seperti perilaku meresahkan, perusakan harta benda, pemerasan, kebisingan yang berlebihan, atau pelanggaran terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam masyarakat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Penyuluhan dan Pembinaan Manusia Silver di Kabupaten Tulungagung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Pelaksanaan. Metode: Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan dinas sosial dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver di Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur sudah cukup baik jika dilihat dari fungsi koordinasi dan efektivitas kinerja. Meskipun tetap perlu ditingkatkan sehingga bisa berjalan lebih maksimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan manusia silver dipengaruhi oleh adanya faktor pendukung dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver yaitu partisipasi dan respon masyarakat yang baik, koordinasi yang baik antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja kepada seluruh anggota, maupun kepada dinas sosial dan masyarakat. Hambatan dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver adalah kurang memadainya alat yang digunakan untuk penertiban serta kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menyikapi pengemis dan manusia silver. Upaya Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengatasi hambatan yaitu membagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja pada saat penertiban per regu di Kabupaten Tulungagung dan melakukan tugasnya masing masing secara baik dan profesional, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat aga masyarakat dapat menyikapi pengemis dan manusia silver tersebut dengan benar. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19853 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04841/IPDN/2024 | 362.959 828 14 DIM p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193518 | ||
| 005 | 20260206095323 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000602 |
| 082 | # | # | $a 362.959 828 14 |
| 084 | # | # | $a 362.959 828 14 DIM p |
| 100 | 0 | # | $a DIMAS RESKI KURNIAWAN |
| 245 | 1 | # | $a PELAKSANAAN PENYULUHAN DAN PEMBINAAN PENGEMIS DAN MANUSIA SILVER DI KABUPATEN TULUNGAGUNG /$c DIMAS RESKI KURNIAWAN |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 11 hlm : $b Ilust ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Masalah kemiskinan yang terjadi pada masyarakat memberikan dampak yang begitu besar terhadap ketrentaman dan ketertiban yang terjadi dimasyarakat. Pelanggaran ketertiban sosial mencakup berbagai tindakan yang dapat mengganggu keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat, seperti perilaku meresahkan, perusakan harta benda, pemerasan, kebisingan yang berlebihan, atau pelanggaran terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam masyarakat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Penyuluhan dan Pembinaan Manusia Silver di Kabupaten Tulungagung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Pelaksanaan. Metode: Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan dinas sosial dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver di Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur sudah cukup baik jika dilihat dari fungsi koordinasi dan efektivitas kinerja. Meskipun tetap perlu ditingkatkan sehingga bisa berjalan lebih maksimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan manusia silver dipengaruhi oleh adanya faktor pendukung dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver yaitu partisipasi dan respon masyarakat yang baik, koordinasi yang baik antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja kepada seluruh anggota, maupun kepada dinas sosial dan masyarakat. Hambatan dalam penyuluhan dan pembinaan pengemis dan manusia silver adalah kurang memadainya alat yang digunakan untuk penertiban serta kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menyikapi pengemis dan manusia silver. Upaya Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengatasi hambatan yaitu membagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja pada saat penertiban per regu di Kabupaten Tulungagung dan melakukan tugasnya masing masing secara baik dan profesional, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat aga masyarakat dapat menyikapi pengemis dan manusia silver tersebut dengan benar. |
| 650 | # | 4 | $a Layanan Sosial |
| 700 | 0 | # | $a Boytenjuri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19853 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :