
| Judul | PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : - / Galla, Loeta Eben Haezer |
| Pengarang | Galla, Loeta Eben Haezer Ida Yunari Ristiani |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 :Ilust. ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | penanganan bencana |
| Abstrak | Bencana kekeringan adalah bencana yang berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan, perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang; Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi: Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga, Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat hampir mencapai 100% daerah terdampak. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18718 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05023/IPDN/2024 | 363.345 986 811 GAL p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193862 | ||
| 005 | 20260210100851 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000946 |
| 082 | # | # | $a 363.345 986 811 |
| 084 | # | # | $a 363.345 986 811 GAL p |
| 100 | 0 | # | $a Galla, Loeta Eben Haezer |
| 245 | 1 | # | $a PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : $b - /$c Galla, Loeta Eben Haezer |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 : $b Ilust. ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Bencana kekeringan adalah bencana yang berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan, perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang; Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi: Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga, Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat hampir mencapai 100% daerah terdampak. |
| 650 | # | 4 | $a penanganan bencana |
| 700 | 0 | # | $a Ida Yunari Ristiani |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18718 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :