Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI OLEH BPBD KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT / Firstnanda Arya Zacky Wicaksana
Pengarang Firstnanda Arya Zacky Wicaksana
Ida Yunari Ristiani
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16 :Ilus
Subjek risiko bencana
Abstrak Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana gempa bumi yang tinggi akibat posisinya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi, terbukti dari minimnya kesiapsiagaan, pengetahuan mitigasi, serta infrastruktur yang tidak tahan gempa. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil Dan Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko masih tergolong rendah. Partisipasi masyarakat terbatas, edukasi tentang mitigasi gempa belum merata, serta fasilitas pelatihan dan simulasi masih minim. Faktor penghambat meliputi kurangnya edukasi kebencanaan, keterbatasan anggaran, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. BPBD Kaimana telah melakukan sosialisasi dan pelatihan, namun belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi di Kaimana masih memerlukan intervensi yang lebih intensif dan sistematis. Disarankan agar BPBD memperluas cakupan pelatihan dan edukasi, serta pemerintah daerah mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pengurangan risiko, bencana gempa bumi, BPBD Kaimana.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07064/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192673
005 20260128110506
035 # # $a 0010-0126001118
082 # # $a 363.345 988 331
084 # # $a 363.345 988 331 FIR p
100 0 # $a Firstnanda Arya Zacky Wicaksana
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI OLEH BPBD KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT /$c Firstnanda Arya Zacky Wicaksana
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana gempa bumi yang tinggi akibat posisinya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi, terbukti dari minimnya kesiapsiagaan, pengetahuan mitigasi, serta infrastruktur yang tidak tahan gempa. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil Dan Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko masih tergolong rendah. Partisipasi masyarakat terbatas, edukasi tentang mitigasi gempa belum merata, serta fasilitas pelatihan dan simulasi masih minim. Faktor penghambat meliputi kurangnya edukasi kebencanaan, keterbatasan anggaran, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. BPBD Kaimana telah melakukan sosialisasi dan pelatihan, namun belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi di Kaimana masih memerlukan intervensi yang lebih intensif dan sistematis. Disarankan agar BPBD memperluas cakupan pelatihan dan edukasi, serta pemerintah daerah mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pengurangan risiko, bencana gempa bumi, BPBD Kaimana.
650 # 4 $a risiko bencana
700 0 # $a Ida Yunari Ristiani
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
IMPLEMENTASI SISTEM E-PLANNING PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI Suatu Studi Aplikasi Ilmu Pemerintahan pada Tataran Aksiologi JAWA TENGAH : PENELITIAN KELOMPOK / Prof. Dr. HADI PRABOWO, M.M. Pemanfaatan Data Kependudukan Guna Mendukung Program Keluarga Harapan di Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo / Siti Rahma Karnisha Mooduto MITIGASI KECELAKAAN KERJA PADA PERTAMBANGAN EMAS DI KABUPATEN MURUNG RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / OMPUSUNGGU,JESICA MICHEL KESIAPSIAGAAN DINAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN AKIBAT BENCANA ALAM DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Paembonan, Muh. Ravi STRATEGI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEMASANGAN REKLAME DI KABUPATEN LABUHANBATU UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA / Sijabat, Nicolas Smart Show More