Cite This        Tampung        Export Record
Judul MANAJEMEN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : - / Rey, Maria Yuniarti Lavenia
Pengarang Rey, Maria Yuniarti Lavenia
Ida Yunari Ristiani
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 9 :- ;--
ISBN -
Subjek kekeringan
Abstrak Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sikka disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul, dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan, pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Sikka
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17168

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05036/IPDN/2024 363.349 659 868 RE m Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193889
005 20260210104611
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000973
082 # # $a 363.349 659 868
084 # # $a 363.349 659 868 RE m
100 0 # $a Rey, Maria Yuniarti Lavenia
245 1 # $a MANAJEMEN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR : $b - /$c Rey, Maria Yuniarti Lavenia
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 9 : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sikka disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul, dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan, pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Sikka
650 # 4 $a kekeringan
700 0 # $a Ida Yunari Ristiani
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17168
Content Unduh katalog