Cite This        Tampung        Export Record
Judul PELAKSANAAN DETEKSI DAN CEGAH DINI DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME OLEH BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DI KOTA CIMAHI PROVINSI JAWA BARAT : - / Alfina Handayani
Pengarang Alfina Handayani
Wiredarme
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 11 :- ;--
ISBN -
Subjek Perlindungan masyarakat
Abstrak Penulis tertarik mengambil judul tersebut dikarenakan ditemukan adanya kelompok Khilafatul Muslimin di Kota Cimahi yang sudah aktif menyebarkan ajaran radikalisme sejak tahun 2000-an. Hal ini bertolakbelakang dengan Kota Cimahi yang dijuluki sebagai Kota Tentara yang bisa diasumsikan kota yang aman dari radikalisme. Tujuan: Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam pencegahan radikalisme. Disamping itu juga untuk mengetahui hambatan apa saja yang muncul dalam pelaksanaan deteksi dan cegah dini serta upaya apa yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cimahi dalam mengatasi hambatan yang ada. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan di lapangan, dan pengumpulan dokumentasi, sejauh ini pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam pencegahan radikalisme di Kota Cimahi belum maksimal karena keterbatasan ilmu intelijen. Hambatan yang ada diantaranya masih kurangnya kualitas SDM dan keterbatasan anggaran penunjang pelaksanaan deteksi dan cegah dini. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada diantaranya anggota diikutsertakan pendidikan dan pelatihan ilmu intelijen serta memperketat pengawasan di lingkungan masyarakat terpapar radikalisme. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka penulis mengajukan saran antara lain: meningkatkan fungsi directing untuk mengarahkan anggota berkompeten mengisi kekosongan jabatan dan mengikuti pendidikan dan pelatihan tambahan di bidang ilmu intelijen serta berkoordinasi lebih lanjut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Cimahi untuk fasilitasi program deradikalisasi.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13946

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06071/IPDN/2023 363.359 824 ALF p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194090
005 20260211105620
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001174
082 # # $a 363.359 824
084 # # $a 363.359 824 ALF p
100 0 # $a Alfina Handayani
245 1 # $a PELAKSANAAN DETEKSI DAN CEGAH DINI DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME OLEH BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DI KOTA CIMAHI PROVINSI JAWA BARAT : $b - /$c Alfina Handayani
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 11 : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Penulis tertarik mengambil judul tersebut dikarenakan ditemukan adanya kelompok Khilafatul Muslimin di Kota Cimahi yang sudah aktif menyebarkan ajaran radikalisme sejak tahun 2000-an. Hal ini bertolakbelakang dengan Kota Cimahi yang dijuluki sebagai Kota Tentara yang bisa diasumsikan kota yang aman dari radikalisme. Tujuan: Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam pencegahan radikalisme. Disamping itu juga untuk mengetahui hambatan apa saja yang muncul dalam pelaksanaan deteksi dan cegah dini serta upaya apa yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cimahi dalam mengatasi hambatan yang ada. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan di lapangan, dan pengumpulan dokumentasi, sejauh ini pelaksanaan deteksi dan cegah dini dalam pencegahan radikalisme di Kota Cimahi belum maksimal karena keterbatasan ilmu intelijen. Hambatan yang ada diantaranya masih kurangnya kualitas SDM dan keterbatasan anggaran penunjang pelaksanaan deteksi dan cegah dini. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada diantaranya anggota diikutsertakan pendidikan dan pelatihan ilmu intelijen serta memperketat pengawasan di lingkungan masyarakat terpapar radikalisme. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka penulis mengajukan saran antara lain: meningkatkan fungsi directing untuk mengarahkan anggota berkompeten mengisi kekosongan jabatan dan mengikuti pendidikan dan pelatihan tambahan di bidang ilmu intelijen serta berkoordinasi lebih lanjut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Cimahi untuk fasilitasi program deradikalisasi.
650 # 4 $a Perlindungan masyarakat
700 0 # $a Wiredarme
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13946
Content Unduh katalog