
| Judul | OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Maria Intan Bere Besin |
| Pengarang | Maria Intan Bere Besin Widodo Sigit Pudjianto |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 9 |
| Subjek | Stunting |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis berfokus pada permasalahan masih tingginya angka prevalensi stunting di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu, yang menunjukkan bahwa kualitas penduduk dalam aspek kesehatan belum terpenuhi dengan baik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis cara optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat dalam optimalisasi program penanganan stunting Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Optimalisasi dari Hotniar Siringorigo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu program penanganan stunting di Kabupaten Belu difokuskan untuk beberapa kecamatan yang masih tinggi angka stunting. Upaya pemerintah dalam optimalisasi penanganan stunting salah satunya program Keluarga Berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk. Kebijakan yang dibuat membuahkan hasil baik dan prevalensi stunting dapat ditekan, serta terdapat ketersediaan sarana prasaran kesehatan, tenaga penanganan stunting dan adanya kerjasama antar segala pihak, baik dari pemerintah sampai masyarakat. Namun ditemukan juga kendala yaitu kurang kesadaran dan pengetahuan ibu, serta dibutuhkan tambahan fasilitas kesehatan dan tenaga petugas yang menangani stunting. Kesimpulan: Optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu sudah berjalan dengan baik dan optimal, namun tetap membutuhkan peningkatan pada program yang dilakukan serta partisipasi dari semua lapisan lintas sektor. Dan dibutuhkan peningkatan saranan prasarana kesehatan dan tenaga penanganan yang menangani stunting. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13566 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06583/IPDN/2023 | 362.196 390 959 853 1 MAR o | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194836 | ||
| 005 | 20260317020305 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0326000282 |
| 035 | # | # | $a 0010-0326000283 |
| 082 | # | # | $a 362.196 390 959 853 1 |
| 084 | # | # | $a 362.196 390 959 853 1 MAR o |
| 100 | 0 | # | $a Maria Intan Bere Besin |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Maria Intan Bere Besin |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 9 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis berfokus pada permasalahan masih tingginya angka prevalensi stunting di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu, yang menunjukkan bahwa kualitas penduduk dalam aspek kesehatan belum terpenuhi dengan baik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis cara optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat dalam optimalisasi program penanganan stunting Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Optimalisasi dari Hotniar Siringorigo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu program penanganan stunting di Kabupaten Belu difokuskan untuk beberapa kecamatan yang masih tinggi angka stunting. Upaya pemerintah dalam optimalisasi penanganan stunting salah satunya program Keluarga Berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk. Kebijakan yang dibuat membuahkan hasil baik dan prevalensi stunting dapat ditekan, serta terdapat ketersediaan sarana prasaran kesehatan, tenaga penanganan stunting dan adanya kerjasama antar segala pihak, baik dari pemerintah sampai masyarakat. Namun ditemukan juga kendala yaitu kurang kesadaran dan pengetahuan ibu, serta dibutuhkan tambahan fasilitas kesehatan dan tenaga petugas yang menangani stunting. Kesimpulan: Optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu sudah berjalan dengan baik dan optimal, namun tetap membutuhkan peningkatan pada program yang dilakukan serta partisipasi dari semua lapisan lintas sektor. Dan dibutuhkan peningkatan saranan prasarana kesehatan dan tenaga penanganan yang menangani stunting. |
| 650 | # | 4 | $a Stunting |
| 700 | 0 | # | $a Widodo Sigit Pudjianto |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13566 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :