
| Judul | PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYAMANUSIA DAERAH KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN / MUH. ALDI ANAS |
| Pengarang | MUH. ALDI ANAS Ni Gusti Made Ayu Ambarawati |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Pegawai Negri Sipil |
| Abstrak | Masalah/Latar Belakang (GAP): Dengan realisasi kinerja pada tahun 2020 yang dimana tahun 2020 kegiatan diklat yang tidak terlaksana dengan baik dikarenakan masa peralihan dari pandemic ke masa pasca pandemic covid-19 bahwa yang menyebabkan banyak kegiatan pemerintahan menjadi tidak terlaksana sehingga capaian realisasi kinerja tahun 2020 untuk indikator presentase pejabat ASN yang telah mengikuti diklat struktural hanya 0% tetapi pada tahun 2021 capaian kinerja untuk indikator tersebut masih tetap sama diangka 0% . Tujuan: maka penulis menganalisis bahwa pengembangan kompetensi manajerial di Kota Makassar belum berjalan dengan maksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitiandeskriptif-kualitatif dengan pendekatan induktif. Analisis deskriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui nilai dari masing-masing variabel penelitian, dapat digunakan untuk mengetahui nilai dari satu variabel yang sifatnya independen tanpa melakukan perbandingan ataupun membuat hubungan dengan variabel yang lain. Hasil/Temuan: Pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh BKPSDMD belum berjalan dengan efektif. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kerjasama yang dibangun oleh dengan PNS di Kota Makassar, belum maksimalnya pelaksanaan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD), tidak efektifnya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, masih ada intervensi politik terhadap pelaksanaan mutasi, serta belum maksimalnya pemberian motivasi kepada PNS Kota Makassar. Padahal anggaran BKPSDMD Makassar sudah cukup memadai untuk pengelolaan pengembangan kompetensi manajerial PNS. Kesimpulan: Faktor pendukung dalam pengembangan kompetensi PNS pada meliputi adanya ketersediaan anggaran yang cukup, adanya komitmen kuat yang dibangun oleh setiap stakeholder dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial PNS, faktor ekonomi Indonesia yang mengalami kenaikan pesat di tahun 2022, adanya dukungan dari faktor kemajuan dan perkembangan teknologi serta Adanya regulasi pemerintah yang mendukung pengembangan kompetensi manajerial PNS |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15458 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06872/IPDN/2023 | 352.630 959 847 71 MUH p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195172 | ||
| 005 | 20260413083945 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000317 |
| 082 | # | # | $a 352.630 959 847 71 |
| 084 | # | # | $a 352.630 959 847 71 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a MUH. ALDI ANAS |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYAMANUSIA DAERAH KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c MUH. ALDI ANAS |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Masalah/Latar Belakang (GAP): Dengan realisasi kinerja pada tahun 2020 yang dimana tahun 2020 kegiatan diklat yang tidak terlaksana dengan baik dikarenakan masa peralihan dari pandemic ke masa pasca pandemic covid-19 bahwa yang menyebabkan banyak kegiatan pemerintahan menjadi tidak terlaksana sehingga capaian realisasi kinerja tahun 2020 untuk indikator presentase pejabat ASN yang telah mengikuti diklat struktural hanya 0% tetapi pada tahun 2021 capaian kinerja untuk indikator tersebut masih tetap sama diangka 0% . Tujuan: maka penulis menganalisis bahwa pengembangan kompetensi manajerial di Kota Makassar belum berjalan dengan maksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitiandeskriptif-kualitatif dengan pendekatan induktif. Analisis deskriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui nilai dari masing-masing variabel penelitian, dapat digunakan untuk mengetahui nilai dari satu variabel yang sifatnya independen tanpa melakukan perbandingan ataupun membuat hubungan dengan variabel yang lain. Hasil/Temuan: Pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh BKPSDMD belum berjalan dengan efektif. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kerjasama yang dibangun oleh dengan PNS di Kota Makassar, belum maksimalnya pelaksanaan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD), tidak efektifnya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, masih ada intervensi politik terhadap pelaksanaan mutasi, serta belum maksimalnya pemberian motivasi kepada PNS Kota Makassar. Padahal anggaran BKPSDMD Makassar sudah cukup memadai untuk pengelolaan pengembangan kompetensi manajerial PNS. Kesimpulan: Faktor pendukung dalam pengembangan kompetensi PNS pada meliputi adanya ketersediaan anggaran yang cukup, adanya komitmen kuat yang dibangun oleh setiap stakeholder dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial PNS, faktor ekonomi Indonesia yang mengalami kenaikan pesat di tahun 2022, adanya dukungan dari faktor kemajuan dan perkembangan teknologi serta Adanya regulasi pemerintah yang mendukung pengembangan kompetensi manajerial PNS |
| 650 | # | 4 | $a Pegawai Negri Sipil |
| 700 | 0 | # | $a Ni Gusti Made Ayu Ambarawati |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15458 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :