
| Judul | STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGURANGI RISIKO ERUPSI GUNUNG SINABUNG DI KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA / Aldi Ferado Gurusinga |
| Pengarang | Aldi Ferado Gurusinga Selamat Jalaludin |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 9 |
| Subjek | Gunung meletus |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Secara letak geografis, Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak diantara dua Benua, yaitu Benua Asia dan BenuaAustralia, Hal ini menyebabkan letak wilayah Indonesia berada ditempat yang strategis. Namun, wilayah Negara Indonesia juga terletak diantara tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik dan juga adanya zona subduksi aktif di beberapa wilayahIndonesia yang menyebabkan wilayah Negara Indonesia sangat banyak terdapat gunung berapi. Tujuan : Hal ini juga yang membuat wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur dikarenakan meiliki tanah vulkanik akibat dari adanya aktivitas gunung berapi. Kabupaten Karo memilki dua gunung api yang masih aktif yaitu Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Namun pada saat tahun 2010 sampai dengan sekarang gunung sinabung mengalami erupsi yang masih terus berlanjut sehingga menimbulkan kecemasan serta mengganggu aktivitas secara keseluruhan di Kabupaten Karo. Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer yaitu wawancara dengan ASN BPBD Kabupaten Karo, observasi kegiatan pengurangan risiko erupsi gunung sinabung dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang telah disahkan atau dipublikasikan yang berkaitan dengan penelitian. Metodologi : Hasil penelitian diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dipadukan dengan analisis SWOT. Hasil/Temuan : Dalam penelitian yang dilakukan ada begitu banyak strategi yang telah diupayakan oleh pihak BadanPenanggulangan Bencana Daerah dalam mengatasi risiko erupsi Gunung Sinabung, dalam pelaksanaan proses pengurangan risiko erupsi Gunung Sinabung sudah dilibatkan berbagai instansi dan organisasi yang ada agar dapat turut membantu kelancaran segala kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko erupsi Gunung Sinabung. Berdasarkan hasil penelitian, Kesimpulan : peneliti mengambil kesimpulan bahwa strategi BPBD dalam mengurangi risiko erupsi gunung sinabung sudah direncanakan dengan baik namun belum secara keseluruhan terlaksana dengan sempurna sesuai dengan harapan dari strategi tersebut. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14733 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06894/IPDN/2023 | 363.349 559 812 83 ALD s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195194 | ||
| 005 | 20260413092413 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000339 |
| 082 | # | # | $a 363.349 559 812 83 |
| 084 | # | # | $a 363.349 559 812 83 ALD s |
| 100 | 0 | # | $a Aldi Ferado Gurusinga |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENGURANGI RISIKO ERUPSI GUNUNG SINABUNG DI KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Aldi Ferado Gurusinga |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 9 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Secara letak geografis, Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak diantara dua Benua, yaitu Benua Asia dan BenuaAustralia, Hal ini menyebabkan letak wilayah Indonesia berada ditempat yang strategis. Namun, wilayah Negara Indonesia juga terletak diantara tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik dan juga adanya zona subduksi aktif di beberapa wilayahIndonesia yang menyebabkan wilayah Negara Indonesia sangat banyak terdapat gunung berapi. Tujuan : Hal ini juga yang membuat wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur dikarenakan meiliki tanah vulkanik akibat dari adanya aktivitas gunung berapi. Kabupaten Karo memilki dua gunung api yang masih aktif yaitu Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Namun pada saat tahun 2010 sampai dengan sekarang gunung sinabung mengalami erupsi yang masih terus berlanjut sehingga menimbulkan kecemasan serta mengganggu aktivitas secara keseluruhan di Kabupaten Karo. Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer yaitu wawancara dengan ASN BPBD Kabupaten Karo, observasi kegiatan pengurangan risiko erupsi gunung sinabung dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang telah disahkan atau dipublikasikan yang berkaitan dengan penelitian. Metodologi : Hasil penelitian diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dipadukan dengan analisis SWOT. Hasil/Temuan : Dalam penelitian yang dilakukan ada begitu banyak strategi yang telah diupayakan oleh pihak BadanPenanggulangan Bencana Daerah dalam mengatasi risiko erupsi Gunung Sinabung, dalam pelaksanaan proses pengurangan risiko erupsi Gunung Sinabung sudah dilibatkan berbagai instansi dan organisasi yang ada agar dapat turut membantu kelancaran segala kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko erupsi Gunung Sinabung. Berdasarkan hasil penelitian, Kesimpulan : peneliti mengambil kesimpulan bahwa strategi BPBD dalam mengurangi risiko erupsi gunung sinabung sudah direncanakan dengan baik namun belum secara keseluruhan terlaksana dengan sempurna sesuai dengan harapan dari strategi tersebut. |
| 600 | # | 4 | $a Gunung meletus |
| 700 | 0 | # | $a Selamat Jalaludin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14733 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :