Cite This        Tampung        Export Record
Judul DINAMIKA POLITIK IDENTITASDI SULAWESI TENGGARA (STUDI PADA PEMILIHAN GUBERNUR DANWAKIL GUBERNUR TAHUN 2018) / Zhuhur Ma’ruf Ali
Pengarang Zhuhur Ma’ruf Ali
Astika Ummy Athahirah
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 13
Subjek Pemilihan Kepala daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang: Dalam pergerakan politik di Provinsi Sulawesi Tenggara telah lama memakai sistem daratan kepulauan. Praktik politik ini memberikan peluang kepada kandidat untuk membawa kepentingannya melalui kesamaan identitasnya. Praktik daratan kepulauan dalam pergerakan politik lokal padapemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara di tahun 2018 menjadikan isu suku sebagai pembawa terhadap representasi bagi calon kandidat untuk menarik massa pada momentum Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2018. Seperti yang telah di jelaskan di atas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Dinamika Politik Identitas Sulawesi Tenggara (Studi Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018)”. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh politik identitas serta faktor apa saja yang menyebabkan politik identitas dibawa bersama isu suku. Pada penelitian ini menggunakan menggunakan teori politik identitasdari Pierre Van Den Bergh dimana terdapat dua dimensi. Dimensi yang dimaksud tersebut adalah konstruksionis dan instrumentalis. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan pada pelaksanaan pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa masih adanya isu yang di bawah terkait politik identitas dan masih adanya pemasangan yang dilakukan oleh partai yang memasangkan dari perwakilan daratan dan kepulauan,hal ini dilakukan agar menarik atau memobilisasi masyarakat untuk memilihpasangan calon yang berasal dari daerahnya atau putra asli daerah. Identitas yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok baik di peroleh dari kontruksitivisme dan instrumentalisme identitas yang dimiliki atauyang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya. Faktor yang mempengaruhi terjadinya politik identitas ini yaitu dari faktor kekuasaan. Kemudian Instrumen yang digunakan yakni berupa media sosial untuk memunculkan isu politik identitas, tetapi instrumen etnis sebagai kekuatan politik tidak begitu di tonjolkan. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini mampu disimpulkan bahwa dinamika politik identitas di Sulawesi Tenggara Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 terjadi dengan sangat kompleks.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15443

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07058/IPDN/2023 324.959 848 ZHU d Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195374
005 20260414101337
035 # # $a 0010-0426000519
082 # # $a 324.959 848
084 # # $a 324.959 848 ZHU d
100 0 # $a Zhuhur Ma’ruf Ali
245 1 # $a DINAMIKA POLITIK IDENTITASDI SULAWESI TENGGARA (STUDI PADA PEMILIHAN GUBERNUR DANWAKIL GUBERNUR TAHUN 2018) /$c Zhuhur Ma’ruf Ali
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 13
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Dalam pergerakan politik di Provinsi Sulawesi Tenggara telah lama memakai sistem daratan kepulauan. Praktik politik ini memberikan peluang kepada kandidat untuk membawa kepentingannya melalui kesamaan identitasnya. Praktik daratan kepulauan dalam pergerakan politik lokal padapemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara di tahun 2018 menjadikan isu suku sebagai pembawa terhadap representasi bagi calon kandidat untuk menarik massa pada momentum Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2018. Seperti yang telah di jelaskan di atas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Dinamika Politik Identitas Sulawesi Tenggara (Studi Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018)”. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh politik identitas serta faktor apa saja yang menyebabkan politik identitas dibawa bersama isu suku. Pada penelitian ini menggunakan menggunakan teori politik identitasdari Pierre Van Den Bergh dimana terdapat dua dimensi. Dimensi yang dimaksud tersebut adalah konstruksionis dan instrumentalis. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan pada pelaksanaan pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa masih adanya isu yang di bawah terkait politik identitas dan masih adanya pemasangan yang dilakukan oleh partai yang memasangkan dari perwakilan daratan dan kepulauan,hal ini dilakukan agar menarik atau memobilisasi masyarakat untuk memilihpasangan calon yang berasal dari daerahnya atau putra asli daerah. Identitas yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok baik di peroleh dari kontruksitivisme dan instrumentalisme identitas yang dimiliki atauyang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya. Faktor yang mempengaruhi terjadinya politik identitas ini yaitu dari faktor kekuasaan. Kemudian Instrumen yang digunakan yakni berupa media sosial untuk memunculkan isu politik identitas, tetapi instrumen etnis sebagai kekuatan politik tidak begitu di tonjolkan. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini mampu disimpulkan bahwa dinamika politik identitas di Sulawesi Tenggara Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 terjadi dengan sangat kompleks.
650 # 4 $a Pemilihan Kepala daerah
700 0 # $a Astika Ummy Athahirah
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15443
Content Unduh katalog