Cite This        Tampung        Export Record
Judul PARTISIPASI POLITIK GENERASI MUDA DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KENDARI TAHUN 2024 / Aghnes Tranelia
Pengarang Aghnes Tranelia
Labolo, Muhadam
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11
Subjek Pemilihan Kepala Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah yang mendorong peneliti untuk mengeksplorasi topik ini adalah partisipasi politik generasi muda khususnya generasi milenial dan Generasi Z dalam Pemilihan Wali Kota Kendari tahun 2024. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi politik generasi muda serta upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan politik kaum muda dalam Pemilihan Wali Kota Kendari tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data mencakup data primer yang diperoleh melalui wawancara, serta data sekunder yang bersumber dari dokumentasi dan internet. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik generasi milenial dan Generasi Z tercermin dalam pencalonan sebagai wali kota, dengan tiga (3) calon wali kota berasal dari generasi milenial. Partisipasi politik kaum muda juga terlihat dalam bentuk konvensional, seperti memberikan suara di beberapa tempat pemungutan suara di Kendari, diskusi politik melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan pemangku kepentingan pemerintah, kegiatan kampanye baik secara terbuka maupun tertutup, serta kelompok kepentingan yang dipimpin oleh anak muda yang mendukung berbagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada 2024. Namun, partisipasi politik non-konvensional di kalangan generasi muda tergolong rendah, dengan tidak adanya aksi signifikan seperti pengajuan petisi, demonstrasi, konfrontasi, atau tindakan kekerasan bermotif politik yang dilaporkan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi politik kaum muda di Kendari antara lain melalui program penyuluhan yang dilakukan di beberapa SMAN/SMKN se-Kota Kendari serta penetapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang menurunkan batas usia minimal calon kepala daerah, sehingga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin daerah. Kesimpulan : Generasi muda berpartisipasi secara konvensional dan non konvensional dalam Pemilihan Walikota Kendari Tahun 2024. Saran : dari peneliti kepada lembaga pemerintah yang berwenang dalam Pemilihan Umum bahwa sosialisasi berkolaborasi dengan Influencer Lokal atau figur publik lokal yang memiliki banyak pengikut dari kalangan generasi muda untuk menyebarkan pesan dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan walikota melalui sosial media. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Generasi Muda, Pilkada 2024

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06807/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192303
005 20260122110612
035 # # $a 0010-0126000748
082 # # $a 324.659 848 31
084 # # $a 324.659 848 31 AGH p
100 0 # $a Aghnes Tranelia
245 1 # $a PARTISIPASI POLITIK GENERASI MUDA DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KENDARI TAHUN 2024 /$c Aghnes Tranelia
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah yang mendorong peneliti untuk mengeksplorasi topik ini adalah partisipasi politik generasi muda khususnya generasi milenial dan Generasi Z dalam Pemilihan Wali Kota Kendari tahun 2024. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi politik generasi muda serta upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan politik kaum muda dalam Pemilihan Wali Kota Kendari tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data mencakup data primer yang diperoleh melalui wawancara, serta data sekunder yang bersumber dari dokumentasi dan internet. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik generasi milenial dan Generasi Z tercermin dalam pencalonan sebagai wali kota, dengan tiga (3) calon wali kota berasal dari generasi milenial. Partisipasi politik kaum muda juga terlihat dalam bentuk konvensional, seperti memberikan suara di beberapa tempat pemungutan suara di Kendari, diskusi politik melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan pemangku kepentingan pemerintah, kegiatan kampanye baik secara terbuka maupun tertutup, serta kelompok kepentingan yang dipimpin oleh anak muda yang mendukung berbagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada 2024. Namun, partisipasi politik non-konvensional di kalangan generasi muda tergolong rendah, dengan tidak adanya aksi signifikan seperti pengajuan petisi, demonstrasi, konfrontasi, atau tindakan kekerasan bermotif politik yang dilaporkan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi politik kaum muda di Kendari antara lain melalui program penyuluhan yang dilakukan di beberapa SMAN/SMKN se-Kota Kendari serta penetapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang menurunkan batas usia minimal calon kepala daerah, sehingga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin daerah. Kesimpulan : Generasi muda berpartisipasi secara konvensional dan non konvensional dalam Pemilihan Walikota Kendari Tahun 2024. Saran : dari peneliti kepada lembaga pemerintah yang berwenang dalam Pemilihan Umum bahwa sosialisasi berkolaborasi dengan Influencer Lokal atau figur publik lokal yang memiliki banyak pengikut dari kalangan generasi muda untuk menyebarkan pesan dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan walikota melalui sosial media. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Generasi Muda, Pilkada 2024
650 # 4 $a Pemilihan Kepala Daerah
700 0 # $a Labolo, Muhadam
Content Unduh katalog