Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / MAULIDY SETIAWAN
Pengarang MAULIDY SETIAWAN
Eko Budi Lestari
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 12 :ilus
Subjek Pendapatan Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan rendahnya pendapatan asli daerah dibandingkan dengan dana transfer Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemandirian keuangan daerah Kabupaten Barito Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis perhitungan rasio desentralisasi, ketergantungan daerah, kemandirian daerah, serta efektivitas menurut Teori Mahmudi. Teknik pengumpulan data 2 dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (4 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Kabupaten Barito Selatan belum bisa dikatakan mandiri karena Pendapatan daerahnya masih didominasi dengan Dana Transfer. Hal tersebut juga didukung dengan perhitungan rasio yang menunjukan Hasil pengukuran Rasio yang didapat dengan rata-rata hasil dari 5 tahun anggaran Kabupaten Barito Selatan yaitu Rasio Derajat Desentralisasi sebanyak 7,7% pada kriteria Sangat Kurang. Selanjutnya rasio kemandirian keuangan sebanyak 8,37% pada kriteria Instruktif dengan kemampuan keuangan rendah sekali. Terakhir Rasio Ketergantungan Daerah pada angka 90,62% yang masuk dalam kriteria sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh faktor penghambat internal dan eksternal diantaranya kelembagaan, regulasi, data yang belum diperbarui, sumber daya alam, teknologi, sifat-sifat wajib pajak, kondisi geografis, serta pandemic COVID-19.Kesimpulan: Kabupaten Barito Selatan belum bisa dikatakan mandiri secara finansial karena masih bergantung pada dana transfer dari pusat Untuk itu peneliti menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan lagi pendapatan asli daerahnya dengan cara mengatasi hambatan yang ada serta meningkatkan pengawasan pajak, optimalisasi pelayanan publik dan inovasi baru dalam pembayaran pajak contohnya menggunakan tapping box. Agar pendapatan asli daerah dapat dimaksimalkan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14572

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07189/IPDN/2023 336.025 983 451 MAU a Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195536
005 20260417092827
035 # # $a 0010-0426000681
082 # # $a 336.025 983 451
084 # # $a 336.025 983 451 MAU a
100 0 # $a MAULIDY SETIAWAN
245 1 # $a ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c MAULIDY SETIAWAN
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 12 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan rendahnya pendapatan asli daerah dibandingkan dengan dana transfer Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemandirian keuangan daerah Kabupaten Barito Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis perhitungan rasio desentralisasi, ketergantungan daerah, kemandirian daerah, serta efektivitas menurut Teori Mahmudi. Teknik pengumpulan data 2 dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (4 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Kabupaten Barito Selatan belum bisa dikatakan mandiri karena Pendapatan daerahnya masih didominasi dengan Dana Transfer. Hal tersebut juga didukung dengan perhitungan rasio yang menunjukan Hasil pengukuran Rasio yang didapat dengan rata-rata hasil dari 5 tahun anggaran Kabupaten Barito Selatan yaitu Rasio Derajat Desentralisasi sebanyak 7,7% pada kriteria Sangat Kurang. Selanjutnya rasio kemandirian keuangan sebanyak 8,37% pada kriteria Instruktif dengan kemampuan keuangan rendah sekali. Terakhir Rasio Ketergantungan Daerah pada angka 90,62% yang masuk dalam kriteria sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh faktor penghambat internal dan eksternal diantaranya kelembagaan, regulasi, data yang belum diperbarui, sumber daya alam, teknologi, sifat-sifat wajib pajak, kondisi geografis, serta pandemic COVID-19.Kesimpulan: Kabupaten Barito Selatan belum bisa dikatakan mandiri secara finansial karena masih bergantung pada dana transfer dari pusat Untuk itu peneliti menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan lagi pendapatan asli daerahnya dengan cara mengatasi hambatan yang ada serta meningkatkan pengawasan pajak, optimalisasi pelayanan publik dan inovasi baru dalam pembayaran pajak contohnya menggunakan tapping box. Agar pendapatan asli daerah dapat dimaksimalkan.
650 # 4 $a Pendapatan Daerah
700 0 # $a Eko Budi Lestari
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14572
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
INOVASI “SAMSAT APUNG” DALAM PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN / Muhammad Irshal Nabiel Arief EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA (SIPD RI) DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DI KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU / Arifin Fardiansah EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA (SIPD RI) DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DI KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU / Arifin Fardiansah IndonesianClear Cookie - decide language by browser settings ANALISIS KINERJA KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN : - / Farhan Najib Maddarangang OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP TANAH DAN BANGUNAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI : - / Roso Adi Satmoko Show More