Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM DESA TUNTAS KEMISKINAN (DESA TUMIS) DI KABUPATEN SRAGEN PROVINSI JAWA TENGAH / Bella Ayu Purwa Shinta Putri
Pengarang Bella Ayu Purwa Shinta Putri
Adfin Rochmad Baidhowah
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16 :Ilus
Subjek Penanggulangan Kemiskinan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, merupakan tantangan yang kompleks dan mendesak. Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai program, masih terdapat ketidakmerataan dalam akses terhadap sumber daya, rendahnya kapasitas kelembagaan dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam program-program yang ada. Program Desa Tuntas Kemiskinan (Desa Tumis) diharapkan dapat menjadi solusi efektif melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan Collaborative Governance dalam penanganan kemiskinan melalui Program Desa Tuntas Kemiskinan (Desa Tumis) di Kabupaten Sragen. Fokus utama penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antar berbagai aktor dapat meningkatkan efektivitas program dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Collaborative Governance dalam Program Desa Tumis melibatkan berbagai aktor, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sektor swasta. Meskipun terdapat upaya kolaboratif, tantangan seperti ketimpangan kekuasaan, sumber daya dan pengetahuan antar aktor masih menjadi hambatan. Program ini berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin di desa-desa yang menjadi target, dengan adanya peningkatan akses terhadap layanan dasar, pelatihan keterampilan, dan bantuan sosial. Namun, masih diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi antar pihak untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Temuan ini mendukung kesimpulan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi yang inklusif dan partisipatif serta perlunya penguatan peran masyarakat dalam setiap tahap program. Kesimpulan: Program Desa Tumis di Kabupaten Sragen menunjukkan praktik collaborative governance yang efektif dalam penanganan kemiskinan melalui kolaborasi antar pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya. Keberhasilan program ditunjang oleh partisipasi aktif, komitmen bersama, dan komunikasi yang baik, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kapasitas aktor. Kata Kunci : Collaborative Governance, Penanganan Kemiskinan, Desa Tumis, Kabupaten Sragen, Program Pemberdayaan.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06773/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192269
005 20260122100136
035 # # $a 0010-0126000714
082 # # $a 362.536 25
084 # # $a 362.536 25 BEL c
100 0 # $a Bella Ayu Purwa Shinta Putri
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM DESA TUNTAS KEMISKINAN (DESA TUMIS) DI KABUPATEN SRAGEN PROVINSI JAWA TENGAH /$c Bella Ayu Purwa Shinta Putri
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, merupakan tantangan yang kompleks dan mendesak. Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai program, masih terdapat ketidakmerataan dalam akses terhadap sumber daya, rendahnya kapasitas kelembagaan dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam program-program yang ada. Program Desa Tuntas Kemiskinan (Desa Tumis) diharapkan dapat menjadi solusi efektif melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan Collaborative Governance dalam penanganan kemiskinan melalui Program Desa Tuntas Kemiskinan (Desa Tumis) di Kabupaten Sragen. Fokus utama penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antar berbagai aktor dapat meningkatkan efektivitas program dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Collaborative Governance dalam Program Desa Tumis melibatkan berbagai aktor, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sektor swasta. Meskipun terdapat upaya kolaboratif, tantangan seperti ketimpangan kekuasaan, sumber daya dan pengetahuan antar aktor masih menjadi hambatan. Program ini berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin di desa-desa yang menjadi target, dengan adanya peningkatan akses terhadap layanan dasar, pelatihan keterampilan, dan bantuan sosial. Namun, masih diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi antar pihak untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Temuan ini mendukung kesimpulan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi yang inklusif dan partisipatif serta perlunya penguatan peran masyarakat dalam setiap tahap program. Kesimpulan: Program Desa Tumis di Kabupaten Sragen menunjukkan praktik collaborative governance yang efektif dalam penanganan kemiskinan melalui kolaborasi antar pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya. Keberhasilan program ditunjang oleh partisipasi aktif, komitmen bersama, dan komunikasi yang baik, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kapasitas aktor. Kata Kunci : Collaborative Governance, Penanganan Kemiskinan, Desa Tumis, Kabupaten Sragen, Program Pemberdayaan.
650 # 4 $a Penanggulangan Kemiskinan
700 0 # $a Adfin Rochmad Baidhowah
Content Unduh katalog