Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI PROGRAM SHELTER WARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN / Mutiara
Pengarang Mutiara
Meliasta Hapri Tarigan
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14
Subjek Perlindungan Anak
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar yang menuntut perlunya upaya pencegahan yang lebih efektif. Salah satu program yang diinisiasi oleh pemerintah Kota Makassar adalah program Shelter Warga, yaitu pendekatan berbasis komunitas yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan perlindungan awal dan mediasi informal bagi anak korban kekerasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program Shelter Warga diimplementasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaannya, dengan menggunakan teori implementasi Dye (2017), Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dan menggambarkan secara mendalam implementasi Program Shelter Warga dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu menangkap realitas sosial secara utuh dari perspektif para pelaku dan pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program. Lokasi penelitian berada di Kota Makassar, dengan fokus pada wilayah yang telah menerapkan program Shelter Warga secara aktif. Penelitian dilaksanakan selama Bulan Januari 2025. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan keterlibatan dan pemahaman mereka terhadap program. Informan terdiri atas perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pelaksana Shelter Warga, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam program. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali informasi tentang pelaksanaan program dan tantangan yang dihadapi, sedangkan observasi dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan secara langsung. Dokumentasi mendukung data dengan bukti administratif dan visual. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif, dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan tema-tema yang muncul. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan maupun hambatan implementasi program Shelter Warga sebagai bentuk perlindungan terhadap anak di tingkat masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa implementasi program Shelter Warga ini berjalan secara optimal ditandai dengan berkurangnya angka kasus kekerasan dari tahun ke tahun, namun dari segi anggaran dan juga sarana prasarana masih belum optimal, untuk faktor pendukungnya meliputi kerjasama antara SKPD serta peran masyarakat sebagai perantara, selain itu untuk faktor penghambatnya meliputi terbatasnya SDM, anggaran yang kurang memadai, dan juga banyak korban yang tidak mau terbuka.Beberapa hal yang dapat disarankan kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, meningkatkan alokasi anggaran serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung program Shelter Warga. Selain itu, perlu dilakukan penguatan kapasitas SDM dan peningkatan kesadaran masyarakat agar korban lebih terbuka. Kolaborasi antar instansi juga perlu terus ditingkatkan, disertai dengan monitoring dan shelter rutin untuk memastikan program berjalan lebih optimal ke depannya. Kesimpulan: Program Shelter Warga di Kota Makassar cukup efektif dalam mencegah kekerasan terhadap anak, ditunjukkan dengan penurunan kasus dan keterlibatan berbagai pihak. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, SDM, sarana prasarana, serta rendahnya partisipasi korban. Perlu upaya penguatan dukungan dan strategi komunikasi agar program berjalan lebih optimal. Kata Kunci: Program Publik, Shelter Warga, Perlindungan Anak, Kekerasan Anak, Kota Makassar.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23520

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06775/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192271
005 20260122100633
035 # # $a 0010-0126000716
082 # # $a 344.032 759 847 71
084 # # $a 344.032 759 847 71 MUT i
100 0 # $a Mutiara
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM SHELTER WARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Mutiara
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar yang menuntut perlunya upaya pencegahan yang lebih efektif. Salah satu program yang diinisiasi oleh pemerintah Kota Makassar adalah program Shelter Warga, yaitu pendekatan berbasis komunitas yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan perlindungan awal dan mediasi informal bagi anak korban kekerasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program Shelter Warga diimplementasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaannya, dengan menggunakan teori implementasi Dye (2017), Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dan menggambarkan secara mendalam implementasi Program Shelter Warga dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu menangkap realitas sosial secara utuh dari perspektif para pelaku dan pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program. Lokasi penelitian berada di Kota Makassar, dengan fokus pada wilayah yang telah menerapkan program Shelter Warga secara aktif. Penelitian dilaksanakan selama Bulan Januari 2025. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan keterlibatan dan pemahaman mereka terhadap program. Informan terdiri atas perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pelaksana Shelter Warga, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam program. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali informasi tentang pelaksanaan program dan tantangan yang dihadapi, sedangkan observasi dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan secara langsung. Dokumentasi mendukung data dengan bukti administratif dan visual. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif, dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan tema-tema yang muncul. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan maupun hambatan implementasi program Shelter Warga sebagai bentuk perlindungan terhadap anak di tingkat masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa implementasi program Shelter Warga ini berjalan secara optimal ditandai dengan berkurangnya angka kasus kekerasan dari tahun ke tahun, namun dari segi anggaran dan juga sarana prasarana masih belum optimal, untuk faktor pendukungnya meliputi kerjasama antara SKPD serta peran masyarakat sebagai perantara, selain itu untuk faktor penghambatnya meliputi terbatasnya SDM, anggaran yang kurang memadai, dan juga banyak korban yang tidak mau terbuka.Beberapa hal yang dapat disarankan kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, meningkatkan alokasi anggaran serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung program Shelter Warga. Selain itu, perlu dilakukan penguatan kapasitas SDM dan peningkatan kesadaran masyarakat agar korban lebih terbuka. Kolaborasi antar instansi juga perlu terus ditingkatkan, disertai dengan monitoring dan shelter rutin untuk memastikan program berjalan lebih optimal ke depannya. Kesimpulan: Program Shelter Warga di Kota Makassar cukup efektif dalam mencegah kekerasan terhadap anak, ditunjukkan dengan penurunan kasus dan keterlibatan berbagai pihak. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, SDM, sarana prasarana, serta rendahnya partisipasi korban. Perlu upaya penguatan dukungan dan strategi komunikasi agar program berjalan lebih optimal. Kata Kunci: Program Publik, Shelter Warga, Perlindungan Anak, Kekerasan Anak, Kota Makassar.
650 # 4 $a Perlindungan Anak
700 0 # $a Meliasta Hapri Tarigan
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23520
Content Unduh katalog