Cite This        Tampung        Export Record
Judul EFEKTIVITAS PROGRAM RELOKASI PASAR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / NOVIANA MADANI WIBOWO
Pengarang NOVIANA MADANI WIBOWO
Achmad Nur Sutikno
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 12
Subjek Relokasi Pasar
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pasar Bauntung merupakan salah satu pusat perdagangan di Kota Banjarbaru yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, kondisi pasar yang lama tidak memadai dan strategis membuat Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil suatu kebijakan yaitu Program Relokasi Pasar untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan mensejahterakan pedagang di pasar tersebut. Pasar Bauntung baru memiliki keadaan yang lebih baik mulai dari bangunan yang luas, fasilitas yang memadai hingga kualitas pelayanan yang semakin membaik, namun terdapat beberapa permasalahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pedagang di Pasar Bauntung yaitu lokasi yang kurang strategis membuat kurangnya minat pembeli untuk berbelanja di pasar tersebut didukung dengan belum tersedianya jalur angkutan umum yang melewati pasar tersebut dan dalam proses relokasi dari pasar lama ke pasar baru terdapat hambatan seperti sikap pedagang yang menolak untuk dipindahkan dengan berbagai alasan seperti, sudah merasa nyaman berjualan di pasar lama dan kekhawatiran kehilangan pelanggan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas relokasi pasar dan faktor penghambat dalam meningkatkan pendapatan pedagang di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru setelah dilakukannya relokasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan dan memahami secara mendalam fenomena sosial yang terjadi, khususnya dampak relokasi pasar terhadap pendapatan pedagang. Penelitian dilakukan di Pasar Bauntung Baru dengan teknik purposive sampling. Informan utama terdiri dari 10 informan, yang terdiri dari pedagang yang mengalami relokasi secara langsung, serta informan pelengkap meliputi pihak pengelola pasar, DinasPerdagangan Kota Banjarbaru, dan beberapa pengunjung pasar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program relokasi Pasar Bauntung di Kota Banjarbaru belum terlaksana secara efektif dalam meningkatkan pendapatan pedagang. Meskipun pasar baru telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, tata letak yang tertata rapi, dan pelayanan yang lebih baik, kenyataannya pendapatan pedagang justru mengalami penurunan sejak relokasi dilakukan. Berdasarkan lima dimensi efektivitas menurut Sutrisno, ditemukan bahwa sebagian besar pedagang belum sepenuhnya memahami tujuan dan manfaat program relokasi, penempatan pedagang belum seluruhnya tepat sasaran, serta proses pelaksanaan program belum berjalan sesuai waktu dan harapan yang ditentukan. Tujuan dari relokasi, yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pedagang, belum tercapai secara optimal. Perubahan yang terjadi lebih dominan pada aspek fisik bangunan dan sarana prasarana, namun belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pedagang. Faktor penghambat utama dalam pelaksanaan program ini antara lain adalah lokasi pasar yang kurang strategis, akses transportasi umum yang belum tersedia, serta penolakan dari sebagian pedagang yang merasa lebih nyaman berjualan di pasar lama dan khawatir kehilangan pelanggan tetap. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, program relokasi Pasar Bauntung Kota Banjarbaru belum terlaksana secara efektif dalam meningkatkan pendapatan pedagang. Dari sepuluh indikator efektivitas yang digunakan, enam indikator dinyatakan tercapai, sementara empat lainnya, termasuk pendapatan dan peningkatan penjualan belum tercapai. Faktor utama penghambat efektivitas program adalah penurunan jumlah pembeli yang disebabkan oleh lokasi pasar yang kurang strategis dan minimnya akses angkutan umum, sehingga berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan pedagang. Kata Kunci : Pasar Tradisional, Efektivitas, Pendapatan Pedagang

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06801/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192297
005 20260122105609
035 # # $a 0010-0126000742
082 # # $a 352.145 983 613
084 # # $a 352.145 983 613 NOV e
100 0 # $a NOVIANA MADANI WIBOWO
245 1 # $a EFEKTIVITAS PROGRAM RELOKASI PASAR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c NOVIANA MADANI WIBOWO
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pasar Bauntung merupakan salah satu pusat perdagangan di Kota Banjarbaru yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, kondisi pasar yang lama tidak memadai dan strategis membuat Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil suatu kebijakan yaitu Program Relokasi Pasar untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan mensejahterakan pedagang di pasar tersebut. Pasar Bauntung baru memiliki keadaan yang lebih baik mulai dari bangunan yang luas, fasilitas yang memadai hingga kualitas pelayanan yang semakin membaik, namun terdapat beberapa permasalahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pedagang di Pasar Bauntung yaitu lokasi yang kurang strategis membuat kurangnya minat pembeli untuk berbelanja di pasar tersebut didukung dengan belum tersedianya jalur angkutan umum yang melewati pasar tersebut dan dalam proses relokasi dari pasar lama ke pasar baru terdapat hambatan seperti sikap pedagang yang menolak untuk dipindahkan dengan berbagai alasan seperti, sudah merasa nyaman berjualan di pasar lama dan kekhawatiran kehilangan pelanggan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas relokasi pasar dan faktor penghambat dalam meningkatkan pendapatan pedagang di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru setelah dilakukannya relokasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan dan memahami secara mendalam fenomena sosial yang terjadi, khususnya dampak relokasi pasar terhadap pendapatan pedagang. Penelitian dilakukan di Pasar Bauntung Baru dengan teknik purposive sampling. Informan utama terdiri dari 10 informan, yang terdiri dari pedagang yang mengalami relokasi secara langsung, serta informan pelengkap meliputi pihak pengelola pasar, DinasPerdagangan Kota Banjarbaru, dan beberapa pengunjung pasar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program relokasi Pasar Bauntung di Kota Banjarbaru belum terlaksana secara efektif dalam meningkatkan pendapatan pedagang. Meskipun pasar baru telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, tata letak yang tertata rapi, dan pelayanan yang lebih baik, kenyataannya pendapatan pedagang justru mengalami penurunan sejak relokasi dilakukan. Berdasarkan lima dimensi efektivitas menurut Sutrisno, ditemukan bahwa sebagian besar pedagang belum sepenuhnya memahami tujuan dan manfaat program relokasi, penempatan pedagang belum seluruhnya tepat sasaran, serta proses pelaksanaan program belum berjalan sesuai waktu dan harapan yang ditentukan. Tujuan dari relokasi, yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pedagang, belum tercapai secara optimal. Perubahan yang terjadi lebih dominan pada aspek fisik bangunan dan sarana prasarana, namun belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pedagang. Faktor penghambat utama dalam pelaksanaan program ini antara lain adalah lokasi pasar yang kurang strategis, akses transportasi umum yang belum tersedia, serta penolakan dari sebagian pedagang yang merasa lebih nyaman berjualan di pasar lama dan khawatir kehilangan pelanggan tetap. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, program relokasi Pasar Bauntung Kota Banjarbaru belum terlaksana secara efektif dalam meningkatkan pendapatan pedagang. Dari sepuluh indikator efektivitas yang digunakan, enam indikator dinyatakan tercapai, sementara empat lainnya, termasuk pendapatan dan peningkatan penjualan belum tercapai. Faktor utama penghambat efektivitas program adalah penurunan jumlah pembeli yang disebabkan oleh lokasi pasar yang kurang strategis dan minimnya akses angkutan umum, sehingga berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan pedagang. Kata Kunci : Pasar Tradisional, Efektivitas, Pendapatan Pedagang
650 # 4 $a Relokasi Pasar
700 0 # $a Achmad Nur Sutikno
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
PARTISIPASI DAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK DI KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT : PENELITIAN KELOMPOK / JULIATINI PRIHATINI, M.Si BUDIDAYA TERPADU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN : MODUL PELATIHAN PERTANIAN / Ir. ACHMAD NUR SUTIKNO, M.Si IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA / Tenau, Agnes Sisilia STRATEGI DINAS KETENAGAKERJAAN DALAM MENGURANGI ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Nasution, Muhammad Haoli Tidar PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAPUR SEHAT ATASI STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI KOTA PAGARALAM PROVINSI SUMATERA SELATAN / Azura Vajri Utami Show More