Cite This        Tampung        Export Record
Judul KELEMBAGAAN DALAM FORMULASI KEBIJAKAN PENETAPAN UPAH MINIMUM UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Tindaon, Corry Valencia
Pengarang Tindaon, Corry Valencia
Herry Soesanto
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13
Subjek Kebijakan Pengupahan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penetapan upah minimum kota (UMK) merupakan salah satu kebijakan untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja, namun besaran UMK Batam belum mampu mengimbangi tingginya biaya hidup yang ada. Selain itu, proses formulasi kebijakan UMK yang melibatkan Dewan Pengupahan masih diwarnai oleh dinamika kelembagaan yang kompleks. Meskipun demikian, kajian yang secara khusus menganalisis dinamika kelembagaan dalam proses formulasi UMK, khususnya di kota Batam masih tergolong minim. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisisdinamika kelembagaan dalam proses formulasi kebijakan penetapan UMK Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori kelembagaan Arshed. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara (5 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Penulis menemukan bahwa formulasi kebijakan UMK Batam masih dihadapkan pada dinamika perbedaan kepentingan antaraktor, regulasi yang tidak konsisten. Kesimpulan: Dewan pengupahan sebagai kelembagaan utama dalam formulasi penetapan UMK Batam memiliki peran strategis dalam menjembatani perbedaan kepentingan, sehingga perlu penguatan koordinasi antarlembaga, optimalisasi peran dewan pengupahan serta regulasi yang konsisten dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kota Batam. Kata Kunci: Kelembagaan, Formulasi Kebijakan, Upah Minimum, Dewan Pengupahan, Kesejahteraan Tenaga Kerja.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06838/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192339
005 20260122021239
035 # # $a 0010-0126000784
082 # # $a 331.259 814 36
084 # # $a 331.259 814 36 TI k
100 3 # $a Tindaon, Corry Valencia
245 1 # $a KELEMBAGAAN DALAM FORMULASI KEBIJAKAN PENETAPAN UPAH MINIMUM UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA DI KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Tindaon, Corry Valencia
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penetapan upah minimum kota (UMK) merupakan salah satu kebijakan untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja, namun besaran UMK Batam belum mampu mengimbangi tingginya biaya hidup yang ada. Selain itu, proses formulasi kebijakan UMK yang melibatkan Dewan Pengupahan masih diwarnai oleh dinamika kelembagaan yang kompleks. Meskipun demikian, kajian yang secara khusus menganalisis dinamika kelembagaan dalam proses formulasi UMK, khususnya di kota Batam masih tergolong minim. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisisdinamika kelembagaan dalam proses formulasi kebijakan penetapan UMK Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori kelembagaan Arshed. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara (5 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Penulis menemukan bahwa formulasi kebijakan UMK Batam masih dihadapkan pada dinamika perbedaan kepentingan antaraktor, regulasi yang tidak konsisten. Kesimpulan: Dewan pengupahan sebagai kelembagaan utama dalam formulasi penetapan UMK Batam memiliki peran strategis dalam menjembatani perbedaan kepentingan, sehingga perlu penguatan koordinasi antarlembaga, optimalisasi peran dewan pengupahan serta regulasi yang konsisten dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kota Batam. Kata Kunci: Kelembagaan, Formulasi Kebijakan, Upah Minimum, Dewan Pengupahan, Kesejahteraan Tenaga Kerja.
650 # 4 $a Kebijakan Pengupahan
700 0 # $a Herry Soesanto
Content Unduh katalog