
| Judul | KOMUNIKASI PEMERINTAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERAJIN SONGKET DI KABUPATEN OGAN ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN / Muhammad Faiz Akbar |
| Pengarang | Muhammad Faiz Akbar Simangunsong, Fernandes |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | UMKM |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun berbagai program pengembangan UMKM, termasuk pengrajin songket, telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, kenyataannya sebagian besar pengrajin masih belum mengalami peningkatan signifikan dalam hal kapasitas usaha maupun akses pasar. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan/program pemerintah dengan kebutuhan dan kondisi riil para pengrajin di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimanakah komunikasi pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir telah dilaksanakan, namun belum berjalan secara optimal dan merata. Dapat dilihat terdapat 2 indikator yang masih kurang maksimal hasilnya yaitu sumber informasi dan Saluran. Beberapa hambatan yang ditemui antara lain yaitu Masih kurangnya pegawai di dinas yang mempunyai kompetensi dan pemahaman di bidang kain songket, Masih kurangnya anggaran yang tersedia untuk program pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan, Para perajin kesulitan mempromosikan dan menjual hasil kain songket yang dibuat karena terbatasnya akses pasar serta kurangnya kerjasama dengan pihak lain dan tidak memiliki pengalaman yang cukup. Kesimpulan: Komunikasi Pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir sudah berjalan dengan baik namun memang belum optimal dan merata. Untuk itu perlunya melakukan pembaruan data secara rutin dan sistematis, minimal satu kali dalam setahun, untuk memastikan informasi yang dimiliki pemerintah mencerminkan kondisi terkini di lapangan serta Pemerintah perlu memperbarui data perajin secara berkala agar informasi yang digunakan dalam perencanaan program selalu mencerminkan kondisi terkini di lapangan Kata Kunci: Komunikasi, Perajin Songket, Pemerintah Daerah |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24230 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06877/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192429 | ||
| 005 | 20260126091918 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000874 |
| 082 | # | # | $a 338.642 598 161 61 |
| 084 | # | # | $a 338.642 598 161 61 MUH k |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Faiz Akbar |
| 245 | 1 | # | $a KOMUNIKASI PEMERINTAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERAJIN SONGKET DI KABUPATEN OGAN ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Muhammad Faiz Akbar |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun berbagai program pengembangan UMKM, termasuk pengrajin songket, telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, kenyataannya sebagian besar pengrajin masih belum mengalami peningkatan signifikan dalam hal kapasitas usaha maupun akses pasar. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan/program pemerintah dengan kebutuhan dan kondisi riil para pengrajin di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimanakah komunikasi pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir telah dilaksanakan, namun belum berjalan secara optimal dan merata. Dapat dilihat terdapat 2 indikator yang masih kurang maksimal hasilnya yaitu sumber informasi dan Saluran. Beberapa hambatan yang ditemui antara lain yaitu Masih kurangnya pegawai di dinas yang mempunyai kompetensi dan pemahaman di bidang kain songket, Masih kurangnya anggaran yang tersedia untuk program pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan, Para perajin kesulitan mempromosikan dan menjual hasil kain songket yang dibuat karena terbatasnya akses pasar serta kurangnya kerjasama dengan pihak lain dan tidak memiliki pengalaman yang cukup. Kesimpulan: Komunikasi Pemerintahan dalam pengembangan perajin songket di Kabupaten Ogan Ilir sudah berjalan dengan baik namun memang belum optimal dan merata. Untuk itu perlunya melakukan pembaruan data secara rutin dan sistematis, minimal satu kali dalam setahun, untuk memastikan informasi yang dimiliki pemerintah mencerminkan kondisi terkini di lapangan serta Pemerintah perlu memperbarui data perajin secara berkala agar informasi yang digunakan dalam perencanaan program selalu mencerminkan kondisi terkini di lapangan Kata Kunci: Komunikasi, Perajin Songket, Pemerintah Daerah |
| 650 | # | 4 | $a UMKM |
| 700 | 3 | # | $a Simangunsong, Fernandes |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24230 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :