Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG KOTA SAMARINDA / Rafi Ghiefari Pradana Putra
Pengarang Rafi Ghiefari Pradana Putra
Jammarudin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek stunting
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih tingginya angka stunting di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur terutama di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang, Menjadikan Penanganan stunting di wilayah ini sangat dibutuhkan karena dampaknya terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan mereka. Hal ini semakin penting mengingat Kalimantan Timur akan menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membutuhkan SDM unggul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan Metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori implementasi menurut Edward III. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara serta melakukan triangulasi data untuk memperoleh kesamaan tujuan. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang dengan sumber data dari data primer dan data skunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan Kesimpulan serta pelaksanaan verifikasi data temuan. Hasil/Temuan: Hasil temuan dilapakan dianalisis pada dimensi teori Implementasi oleh Edward III menunjukkan hasil, pada dimensi Sumber daya sudah dikelola dengan baik dengan adanya pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi, pada dimensi disposisi sudah dilaksanakan dengan baik oleh stakeholder terkait yang bersifat berjenjang, pada dimensi struktur birokrasi sudah jelas adanya struktur tim percepatan penurunan stunting yang jelas, pada dimensi komunikasi masih belum dilakukan dengan optimal hal ini dikarenakan oleh minimnya partisipasi Masyarakat dalam kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting Kesimpulan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi penanganan stunting di kecamatan Samarinda Seberang sudah dilakukan dengan optimal. Namun pada proses komunikasi terjadi kendala karena kurangnya kesadaran Masyarakat untuk bisa saling bekerja sama. Keberhasilan ini ditunjukkan dengan turunya prevalensi stunting secara umum di Kota Samarinda yaitu 17,2% di tahun 2024 dibanding tahun 2023 yang mencapai 24,4%. Kata Kunci: Stunting, Implementasi, Prevalensi, Edward III.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07157/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192775
005 20260129083521
035 # # $a 0010-0126001220
082 # # $a 363.859 838 31
084 # # $a 363.859 838 31 RAF i
100 0 # $a Rafi Ghiefari Pradana Putra
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG KOTA SAMARINDA /$c Rafi Ghiefari Pradana Putra
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih tingginya angka stunting di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur terutama di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang, Menjadikan Penanganan stunting di wilayah ini sangat dibutuhkan karena dampaknya terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan mereka. Hal ini semakin penting mengingat Kalimantan Timur akan menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membutuhkan SDM unggul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan Metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori implementasi menurut Edward III. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara serta melakukan triangulasi data untuk memperoleh kesamaan tujuan. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 13 orang dengan sumber data dari data primer dan data skunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan Kesimpulan serta pelaksanaan verifikasi data temuan. Hasil/Temuan: Hasil temuan dilapakan dianalisis pada dimensi teori Implementasi oleh Edward III menunjukkan hasil, pada dimensi Sumber daya sudah dikelola dengan baik dengan adanya pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi, pada dimensi disposisi sudah dilaksanakan dengan baik oleh stakeholder terkait yang bersifat berjenjang, pada dimensi struktur birokrasi sudah jelas adanya struktur tim percepatan penurunan stunting yang jelas, pada dimensi komunikasi masih belum dilakukan dengan optimal hal ini dikarenakan oleh minimnya partisipasi Masyarakat dalam kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting Kesimpulan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi penanganan stunting di kecamatan Samarinda Seberang sudah dilakukan dengan optimal. Namun pada proses komunikasi terjadi kendala karena kurangnya kesadaran Masyarakat untuk bisa saling bekerja sama. Keberhasilan ini ditunjukkan dengan turunya prevalensi stunting secara umum di Kota Samarinda yaitu 17,2% di tahun 2024 dibanding tahun 2023 yang mencapai 24,4%. Kata Kunci: Stunting, Implementasi, Prevalensi, Edward III.
650 # 4 $a stunting
700 0 # $a Jammarudin
Content Unduh katalog