
| Judul | SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PENANGANAN JURU PARKIR LIAR DI KAWASAN WISATA KOTA SURABAYA / Muhammad Ilham Maulana |
| Pengarang | Muhammad Ilham Maulana Mohammad Zaki Taufik |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Fungsi kepolisian |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan parkir liar di Kota Surabaya masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan ketertiban umum dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun regulasi telah diterapkan, praktik parkir liar tetap marak terjadi karena lemahnya pengawasan dan sinergitas antarorganisasi pemerintah terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan dalam upaya mewujudkan ketertiban dan ketentraman di bidang perparkiran Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori sinergitas yang digunakan mengacu pada pandangan Doctoroff, yang mencakup empat dimensi utama, yaitu komunikasi efektif, umpan balik, kepercayaan, dan kreativitas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara Satpol PP dan Dinas Perhubungan telah terjalin dalam bentuk sosialisasi dan patroli gabungan, walaupun implementasinya belum merata di seluruh titik parkir. Umpan balik terlihat dalam forum koordinasi dan respon terhadap pengaduan masyarakat. Kepercayaan antar lembaga diwujudkan dalam pembagian tugas yang jelas, sedangkan kreativitas tampak dari program-program inovatif seperti pemberian asuransi bagi juru parkir resmi. Kesimpulan: Meski sinergitas telah berjalan, kendala tetap muncul, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya kesadaran hukum dari juru parkir liar. Oleh karena itu, penguatan koordinasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi strategi yang disarankan dalam mengatasi persoalan parkir liar di Kota Surabaya. Kata Kunci: Dinas Perhubungan Ketertiban, Parkir Liar, Sinergitas, Satpol PP. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24743 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07203/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192822 | ||
| 005 | 20260129103631 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001267 |
| 082 | # | # | $a 363.235 982 861 |
| 084 | # | # | $a 363.235 982 861 MUH s |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Ilham Maulana |
| 245 | 1 | # | $a SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PENANGANAN JURU PARKIR LIAR DI KAWASAN WISATA KOTA SURABAYA /$c Muhammad Ilham Maulana |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan parkir liar di Kota Surabaya masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan ketertiban umum dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun regulasi telah diterapkan, praktik parkir liar tetap marak terjadi karena lemahnya pengawasan dan sinergitas antarorganisasi pemerintah terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan dalam upaya mewujudkan ketertiban dan ketentraman di bidang perparkiran Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori sinergitas yang digunakan mengacu pada pandangan Doctoroff, yang mencakup empat dimensi utama, yaitu komunikasi efektif, umpan balik, kepercayaan, dan kreativitas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara Satpol PP dan Dinas Perhubungan telah terjalin dalam bentuk sosialisasi dan patroli gabungan, walaupun implementasinya belum merata di seluruh titik parkir. Umpan balik terlihat dalam forum koordinasi dan respon terhadap pengaduan masyarakat. Kepercayaan antar lembaga diwujudkan dalam pembagian tugas yang jelas, sedangkan kreativitas tampak dari program-program inovatif seperti pemberian asuransi bagi juru parkir resmi. Kesimpulan: Meski sinergitas telah berjalan, kendala tetap muncul, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya kesadaran hukum dari juru parkir liar. Oleh karena itu, penguatan koordinasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi strategi yang disarankan dalam mengatasi persoalan parkir liar di Kota Surabaya. Kata Kunci: Dinas Perhubungan Ketertiban, Parkir Liar, Sinergitas, Satpol PP. |
| 650 | # | 4 | $a Fungsi kepolisian |
| 700 | 0 | # | $a Mohammad Zaki Taufik |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24743 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :