
| Judul | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN MASALAH SAMPAH DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Muhammad Candra Sulaiman |
| Pengarang | Muhammad Candra Sulaiman Muhammad Candra Sulaiman |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 10 :ilust ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Pengelolaan Sampah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan yaitu masih banyaknya masyarakat Kota Palu yang membuang sampah belum pada tempatnya dan sesuai dengan waktu yang ditentukan mengakibatkan tingginya volume timbulan sampah, masih kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan sampah, masih adanya tempat pembuangan sampah (TPS) liar, kurangnya bank sampah dan TPS3R. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor pendukunng dan penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya mengatasi faktor penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pnelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data yang diambil adalah wawancara, observasim dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hambatan yang terjadi dilapangan mengenai kolaborasi yang dilakukan untuk penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah adalah fasilitas sarana dan prasarana seperti armada pengangkut sampah, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya membuang sampah pad tempatnya, kurangnya anggaran untuk mengelola bank sampah dan TPS3R yang ada di Kota Palu. Adapun teori yang dipakai sebagai pisau analisis dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan teori collaborative Governance dari Anshell dan Gash yang menjelaskan bahwa dalam collaborative governance dilihat dari 4 aspek yaitu starting condition (kondisi awal), institutional design (desain institusional), facilitaitive leadership (kepemimpinan fasilitatif), dan collaborative process (proses kolaborasi). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa Collaborative Governance Dalam Penanganan Masalah Sampah di Kota Palu sudah berjalan dengan baik namun pada prosesnya masih ditemui hambatan yaitu kurangnya anggaran, sarana dan prasarana dan pemerintah bersama pihak swasta juga telah melakukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cukup baik. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17105 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04576/IPDN/2024 | 363.725 984 431 MUH c | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193172 | ||
| 005 | 20260204012825 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000256 |
| 082 | # | # | $a 363.725 984 431 |
| 084 | # | # | $a 363.725 984 431 MUH c |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Candra Sulaiman |
| 245 | 1 | # | $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN MASALAH SAMPAH DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Muhammad Candra Sulaiman |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 10 : $b ilust ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada permasalahan yaitu masih banyaknya masyarakat Kota Palu yang membuang sampah belum pada tempatnya dan sesuai dengan waktu yang ditentukan mengakibatkan tingginya volume timbulan sampah, masih kurangnya sarana dan prasarana dalam penanganan sampah, masih adanya tempat pembuangan sampah (TPS) liar, kurangnya bank sampah dan TPS3R. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor pendukunng dan penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu, untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya mengatasi faktor penghambat collaborative governance dalam penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pnelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data yang diambil adalah wawancara, observasim dan dokumentasi. Hasil/Temuan : Hambatan yang terjadi dilapangan mengenai kolaborasi yang dilakukan untuk penanganan masalah sampah di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah adalah fasilitas sarana dan prasarana seperti armada pengangkut sampah, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya membuang sampah pad tempatnya, kurangnya anggaran untuk mengelola bank sampah dan TPS3R yang ada di Kota Palu. Adapun teori yang dipakai sebagai pisau analisis dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan teori collaborative Governance dari Anshell dan Gash yang menjelaskan bahwa dalam collaborative governance dilihat dari 4 aspek yaitu starting condition (kondisi awal), institutional design (desain institusional), facilitaitive leadership (kepemimpinan fasilitatif), dan collaborative process (proses kolaborasi). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian bahwa Collaborative Governance Dalam Penanganan Masalah Sampah di Kota Palu sudah berjalan dengan baik namun pada prosesnya masih ditemui hambatan yaitu kurangnya anggaran, sarana dan prasarana dan pemerintah bersama pihak swasta juga telah melakukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cukup baik. |
| 650 | # | 4 | $a Pengelolaan Sampah |
| 700 | 0 | # | $a Muhammad Candra Sulaiman |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17105 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :