Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PADA PROVINSI NUSA TENGGARA BART / Diah Carissa Chandra Maheswari
Pengarang Diah Carissa Chandra Maheswari
Diah Carissa Chandra Maheswari
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 18 :ilust ;--
ISBN -
Subjek Pengelolaan Sampah
Abstrak Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masih belum optimal karena kurangnya ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas yang masih belum memadai. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa faktor-faktor pendukung dan penghambat Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa upaya yang perlu dilakukan guna mengatasi faktor-faktor penghambat pada ImpIementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Aspek yang dilihat berdasarkan dari teori Purwanto dan Sulistyastuti (2012:85) faktor penentu dari implementasi kebijakan dipengaruhi oleh kualitas kebijakan itu sendiri, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen yang dipakai untuk mencapai tujuan kebijakan, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, kondisi lingkungan geografi, sosial, ekonomi, dan politik. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara , observasi dan dokumentasi.Hasil: ImpIementasi Kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu pada Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah berjalan cukup baik namun masih belum optimal dikarenakan masih adanya kendala atau hambatan yang dihadapi. Kesimpulan: Hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu kurangnya fasilitas, jumlah pegawai , sosialisasi kebijakan dan alokasi anggaran. DaIam menghadapi kendala dan hambatan tersebut pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus meningkatkan fasilitas seperti laptop dan komputer, jumlah pegawai, sosialisai kebijakan dengan mengikut sertakan dari pemerintaha terbawah yaitu pemerintah desa dan dukungan alokasi anggaran sehingga ImpIementasi kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu tersebut dapat terlaksana dengan optimal.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19132

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04581/IPDN/2024 363.725 986 221 DIA i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193179
005 20260204013825
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000263
082 # # $a 363.725 986 221
084 # # $a 363.725 986 221 DIA i
100 0 # $a Diah Carissa Chandra Maheswari
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PADA PROVINSI NUSA TENGGARA BART /$c Diah Carissa Chandra Maheswari
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 18 : $b ilust ; $c -$e -
520 # # $a Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masih belum optimal karena kurangnya ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas yang masih belum memadai. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa faktor-faktor pendukung dan penghambat Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa upaya yang perlu dilakukan guna mengatasi faktor-faktor penghambat pada ImpIementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Aspek yang dilihat berdasarkan dari teori Purwanto dan Sulistyastuti (2012:85) faktor penentu dari implementasi kebijakan dipengaruhi oleh kualitas kebijakan itu sendiri, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen yang dipakai untuk mencapai tujuan kebijakan, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, kondisi lingkungan geografi, sosial, ekonomi, dan politik. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara , observasi dan dokumentasi.Hasil: ImpIementasi Kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu pada Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah berjalan cukup baik namun masih belum optimal dikarenakan masih adanya kendala atau hambatan yang dihadapi. Kesimpulan: Hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu kurangnya fasilitas, jumlah pegawai , sosialisasi kebijakan dan alokasi anggaran. DaIam menghadapi kendala dan hambatan tersebut pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus meningkatkan fasilitas seperti laptop dan komputer, jumlah pegawai, sosialisai kebijakan dengan mengikut sertakan dari pemerintaha terbawah yaitu pemerintah desa dan dukungan alokasi anggaran sehingga ImpIementasi kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu tersebut dapat terlaksana dengan optimal.
650 # 4 $a Pengelolaan Sampah
700 0 # $a Diah Carissa Chandra Maheswari
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19132
Content Unduh katalog