
| Judul | STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN : - / Alif Duta Bahri |
| Pengarang | Alif Duta Bahri SUBIYONO |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 hlm :Ilus ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Masalah Stunting |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada rekomendasi strategi percepatan penurunan stunting di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan kondisi riil, permasalahan, upaya yang telah dilakukan dan memberikan rekomendasi strategi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Analisis SWOT yang dikemukakan oleh Freddy Rangkuti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan data E-PPGBM Dinas Kesehatan Kota Makassar bulan Februari 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Makassar turun di angka 3,01 dari 3,14 pada bulan Agustus 2023 dan tren penurunan sebesar 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 3,14 persen dan apabila dibandingkan pada Agustus 2021 sebesar 5,25 persen, dalam 3 tahun Pemerintah Kota Makassar sudah berhasil menurunkan sebesar 2,24 persen. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting setiap tahunnya menurut data E-PPGBM Dinkes Kota Makassar meskipun masih ada beberapa Kecamatan yang bertambah angka stunting nya. Faktor penghambat dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar yakni: 1. Masih rendahnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting; 2. Kebijakan yang belum sepenuhnya konvergen dalam memberikan dukungandukungan terhadap pencegahan stunting; 3. Permasalahan Komunikasi dalam perubahan perilaku baik di tingkat individu maupun tingkat masyarakat; 4. Masih kurangnya peran di setiap kelurahan dan kecamatan dalam mengintervensi penanganan stunting; 5. Penganggaran masih belum terinci secara jelas oleh seluruh perangkat daerah terkait penanganan stunting di Kota Makassar. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar adalah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS melalui Perwali Kota Makassar Nomor 122 Tahun 2022 dan SK Wali Kota Makassar Nomor 1215/440.1.05 Tahun 2022. Kemudian adanya penganggaran Dana Kelurahan (DAKEL) sebesar 50 juta per kelurahan, kemudian ada Dapur Sehat atasi Stunting melalui PMT, dan program Lorong Pengendali Stunting (LOPIS). Rekomendasi strategi yang peneliti berikan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar adalah sebagai berikut: 1. Menambah anggaran operasional serta sarana dan prasarana Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS; 2. Memperbaiki Peraturan Walikota dan Keputusan Walikota sehingga mempermudah dan memfasilitasi sektor diluar Pemerintah untuk berpartisipasi dalam penanganan stunting; 3. Menyebarluaskan informasi program penanganan stunting pemerintah dan menjalin kerjasama kepada stakeholder terkait yang bisa mendukung sesuai dengan bidang atau keahliannya; 4. Mendukung secara penuh pembuatan program baru oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS apabila program sekarang dirasa tidak efektif dan efisien. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19089 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04798/IPDN/2024 | 363.859 847 71 ALI s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193463 | ||
| 005 | 20260206090618 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000547 |
| 082 | # | # | $a 363.859 847 71 |
| 084 | # | # | $a 363.859 847 71 ALI s |
| 100 | 0 | # | $a Alif Duta Bahri |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN : $b - /$c Alif Duta Bahri |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 hlm : $b Ilus ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada rekomendasi strategi percepatan penurunan stunting di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan kondisi riil, permasalahan, upaya yang telah dilakukan dan memberikan rekomendasi strategi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Analisis SWOT yang dikemukakan oleh Freddy Rangkuti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan data E-PPGBM Dinas Kesehatan Kota Makassar bulan Februari 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Makassar turun di angka 3,01 dari 3,14 pada bulan Agustus 2023 dan tren penurunan sebesar 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 3,14 persen dan apabila dibandingkan pada Agustus 2021 sebesar 5,25 persen, dalam 3 tahun Pemerintah Kota Makassar sudah berhasil menurunkan sebesar 2,24 persen. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan turunnya angka prevalensi stunting setiap tahunnya menurut data E-PPGBM Dinkes Kota Makassar meskipun masih ada beberapa Kecamatan yang bertambah angka stunting nya. Faktor penghambat dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar yakni: 1. Masih rendahnya kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting; 2. Kebijakan yang belum sepenuhnya konvergen dalam memberikan dukungandukungan terhadap pencegahan stunting; 3. Permasalahan Komunikasi dalam perubahan perilaku baik di tingkat individu maupun tingkat masyarakat; 4. Masih kurangnya peran di setiap kelurahan dan kecamatan dalam mengintervensi penanganan stunting; 5. Penganggaran masih belum terinci secara jelas oleh seluruh perangkat daerah terkait penanganan stunting di Kota Makassar. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar adalah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS melalui Perwali Kota Makassar Nomor 122 Tahun 2022 dan SK Wali Kota Makassar Nomor 1215/440.1.05 Tahun 2022. Kemudian adanya penganggaran Dana Kelurahan (DAKEL) sebesar 50 juta per kelurahan, kemudian ada Dapur Sehat atasi Stunting melalui PMT, dan program Lorong Pengendali Stunting (LOPIS). Rekomendasi strategi yang peneliti berikan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Makassar adalah sebagai berikut: 1. Menambah anggaran operasional serta sarana dan prasarana Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS; 2. Memperbaiki Peraturan Walikota dan Keputusan Walikota sehingga mempermudah dan memfasilitasi sektor diluar Pemerintah untuk berpartisipasi dalam penanganan stunting; 3. Menyebarluaskan informasi program penanganan stunting pemerintah dan menjalin kerjasama kepada stakeholder terkait yang bisa mendukung sesuai dengan bidang atau keahliannya; 4. Mendukung secara penuh pembuatan program baru oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS apabila program sekarang dirasa tidak efektif dan efisien. |
| 650 | # | 4 | $a Masalah Stunting |
| 700 | 0 | # | $a SUBIYONO |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19089 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :