
| Judul | PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO MELALUI PROGRAM SUBSIDI MARGIN OLEH DINAS KOPERASI DAN UKM DI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT : - / MUHAMMAD FADEL |
| Pengarang | MUHAMMAD FADEL Kartiwi |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | usaha mikro |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin dan permasalahan keterbatasan modal pelaku usaha mikro di kecamatan nanggalo. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin di Kecamatan Nanggalo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan konsep pemberdayaan menurut pranaka dan prijono. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (18 informan), dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap program pemberdayaan, masih kurangnya antusias dari pelaku usaha mikro terhadap program pemberdayaan, program pemberdayaan memiliki manfaat yang nyata terhadap perkembangan usaha pelaku usaha mikro. Faktor yang menjadi penghambat yaitu Pelaku Usaha Mikro lebih tertarik melakukan pinjaman ke pihak lain, Pengurus KSPPS tidak semangat untuk menyalurkan program ini kepada pelaku usaha mikro, Pelaku Usaha Mikro kesulitan dalam membayar angsuran Subsidi Margin, Terbatasnya anggaran Subsidi Margin. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang yaitu meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada KSPPS Penyalur, menambah anggaran subsidi margin, membantu usaha mikro untuk fokus pada kinerja produktivitasnya. Kesimpulan: kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan antusiasme pelaku usaha mikro menghambat efektivitas program pemberdayaan, meskipun program tersebut terbukti bermanfaat bagi perkembangan usaha mikro.Guna meningkatkan pemberdayaan pelakku usaha mikro disarankan untuk melakukan kampanye edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro tentang manfaat dari program subsidi margin, memberikan insentif atau bonus kepada Pengurus KSPPS, menyediakan fleksibilitas dalam skema pembayaran angsuran subsidi margin, melakukan evaluasi dan optimalisasi terhadap manajemen anggaran subsidi margin. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16646 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04890/IPDN/2024 | 338.642 598 137 MUH p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193583 | ||
| 005 | 20260206112727 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000667 |
| 082 | # | # | $a 338.642 598 137 |
| 084 | # | # | $a 338.642 598 137 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a MUHAMMAD FADEL |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO MELALUI PROGRAM SUBSIDI MARGIN OLEH DINAS KOPERASI DAN UKM DI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT : $b - /$c MUHAMMAD FADEL |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin dan permasalahan keterbatasan modal pelaku usaha mikro di kecamatan nanggalo. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin di Kecamatan Nanggalo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan konsep pemberdayaan menurut pranaka dan prijono. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (18 informan), dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap program pemberdayaan, masih kurangnya antusias dari pelaku usaha mikro terhadap program pemberdayaan, program pemberdayaan memiliki manfaat yang nyata terhadap perkembangan usaha pelaku usaha mikro. Faktor yang menjadi penghambat yaitu Pelaku Usaha Mikro lebih tertarik melakukan pinjaman ke pihak lain, Pengurus KSPPS tidak semangat untuk menyalurkan program ini kepada pelaku usaha mikro, Pelaku Usaha Mikro kesulitan dalam membayar angsuran Subsidi Margin, Terbatasnya anggaran Subsidi Margin. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang yaitu meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada KSPPS Penyalur, menambah anggaran subsidi margin, membantu usaha mikro untuk fokus pada kinerja produktivitasnya. Kesimpulan: kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan antusiasme pelaku usaha mikro menghambat efektivitas program pemberdayaan, meskipun program tersebut terbukti bermanfaat bagi perkembangan usaha mikro.Guna meningkatkan pemberdayaan pelakku usaha mikro disarankan untuk melakukan kampanye edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro tentang manfaat dari program subsidi margin, memberikan insentif atau bonus kepada Pengurus KSPPS, menyediakan fleksibilitas dalam skema pembayaran angsuran subsidi margin, melakukan evaluasi dan optimalisasi terhadap manajemen anggaran subsidi margin. |
| 650 | # | 4 | $a usaha mikro |
| 700 | 0 | # | $a Kartiwi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16646 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :