Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BALIKPAPAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN IBU KOTA NUSANTARA (IKN) / FITYAN HIBATULLOH HASAN AL BANA
Pengarang FITYAN HIBATULLOH HASAN AL BANA
Dwi Indah Kartika
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11
Subjek usaha mikro
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang: Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki peran strategis dalam penyediaan barang dan jasa bagi pembangunan IKN. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi masih dihadapkan pada rendahnya literasi digital, keterbatasan akses informasi, dan koordinasi kebijakan yang belum optimal antar OPD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, mengidentifikasi faktor pendukung yang memperkuat program tersebut, serta menggali hambatan yang dihadapi selama proses pemberdayaan. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi bersama narasumber dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian serta pelaku UMKM di Balikpapan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menyoroti pola pemberdayaan, faktor pendukung, dan hambatan yang muncul. Hasil: Pemberdayaan UMKM di Balikpapan telah dilaksanakan melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi digital, fasilitasi promosi produk, akses pembiayaan KUR, serta pendampingan teknis dan manajerial. Faktor pendukung mencakup letak geografis strategis, peningkatan penduduk usia kerja, dan regulasi yang memadai. Hambatan meliputi sosialisasi program yang belum merata, kapasitas pelaku terbatas dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran digital, serta akses teknologi yang belum menyeluruh. Kesimpulan: Pemberdayaan UMKM harus ditekankan pada penguatan kapasitas digital dan manajerial serta sinergi antar OPD agar program lebih terintegrasi dan menjangkau seluruh wilayah Balikpapan. Kata Kunci: pemberdayaan; UMKM; pembangunan ekonomi; Balikpapan; IKN

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07088/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192701
005 20260128120017
035 # # $a 0010-0126001146
082 # # $a 338.642 598 381 1
084 # # $a 338.642 598 381 1 FIT p
100 0 # $a FITYAN HIBATULLOH HASAN AL BANA
245 1 # $a PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BALIKPAPAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN IBU KOTA NUSANTARA (IKN) /$c FITYAN HIBATULLOH HASAN AL BANA
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki peran strategis dalam penyediaan barang dan jasa bagi pembangunan IKN. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi masih dihadapkan pada rendahnya literasi digital, keterbatasan akses informasi, dan koordinasi kebijakan yang belum optimal antar OPD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, mengidentifikasi faktor pendukung yang memperkuat program tersebut, serta menggali hambatan yang dihadapi selama proses pemberdayaan. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi bersama narasumber dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian serta pelaku UMKM di Balikpapan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menyoroti pola pemberdayaan, faktor pendukung, dan hambatan yang muncul. Hasil: Pemberdayaan UMKM di Balikpapan telah dilaksanakan melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi digital, fasilitasi promosi produk, akses pembiayaan KUR, serta pendampingan teknis dan manajerial. Faktor pendukung mencakup letak geografis strategis, peningkatan penduduk usia kerja, dan regulasi yang memadai. Hambatan meliputi sosialisasi program yang belum merata, kapasitas pelaku terbatas dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran digital, serta akses teknologi yang belum menyeluruh. Kesimpulan: Pemberdayaan UMKM harus ditekankan pada penguatan kapasitas digital dan manajerial serta sinergi antar OPD agar program lebih terintegrasi dan menjangkau seluruh wilayah Balikpapan. Kata Kunci: pemberdayaan; UMKM; pembangunan ekonomi; Balikpapan; IKN
650 # 4 $a usaha mikro
700 0 # $a Dwi Indah Kartika
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
PENGANTAR SOSIOLOGI / Prof. Dr. H. KHASAN EFFENDY, M.Pd UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA / Sirait, Christoffel Aguesto UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA / Sirait, Christoffel Aguesto PEMBERDAYAAN PESERTA PROGRAM JAKPRENEUR BINAAN SUKU DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH MELALUI PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT / Ilyasa Sulya Alfa DAMPAK PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA / Korompis, Imanuel Anugerah Show More