
| Judul | PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KELURAHAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : - / Bintang Syahda Aqim |
| Pengarang | Bintang Syahda Aqim Luh Putu Vera Astri Pujayanti |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilust. ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Kesiapsiagaan |
| Abstrak | : Bencana alam di Wonosobo dari tahun 2018-2022 meningkat signifikan, terutama tanah longsor yang melonjak dari 49 kejadian pada 2018 menjadi 525 pada 2022. Selain tanah longsor, banjir juga meningkat dalam tiga tahun terakhir, diikuti oleh angin kencang dan kebakaran yang menunjukkan fluktuasi tetapi meningkat lagi 2 pada 2022, menyebabkan kerugian besar dan korban yang signifikan setiap tahunnya. Tujuan: Penelittian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program desa tangguh bencana dalam kesiapsiagaan bencana masyarakat dan apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaannya serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Proses penelitian kualitatif melibatkan perumusan pertanyaan dan prosedur, pengumpulan data spesifik dari partisipan, serta analisis data secara induktif. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti menyelidiki efektivitas program desa tangguh bencana di Wonosobo, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan, serta mewawancarai sembilan informan kunci, termasuk pejabat BPBD dan relawan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik, terlihat dari 6 indikator pengukuran pelaksanaan program desa tangguh bencana dan beberapa hambatan. Indikator yang diukur yaitu legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kemampuan dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dari keenam indikator tersebut sudah berjalan dengan baik, hambatan juga dapat diatasi secara bertahap oleh pemerintah. Kesimpulan: Pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik dan ditemukan beberapa hambatan. Saran yang diberikan peneliti adalah pertahankan dan tingkatkan pelaksanaan program yang sudah baik, penggunaan anggaran yang efektif untuk menunjang kegiatan penanggulangan bencana, dan tingkatkan intensitas pelatihan serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17148 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05021/IPDN/2024 | 363.34959826 BIN p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193857 | ||
| 005 | 20260210100101 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000941 |
| 082 | # | # | $a 363.34959826 |
| 084 | # | # | $a 363.34959826 BIN p |
| 100 | 0 | # | $a Bintang Syahda Aqim |
| 245 | 1 | # | $a PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KELURAHAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Bintang Syahda Aqim |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilust. ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a : Bencana alam di Wonosobo dari tahun 2018-2022 meningkat signifikan, terutama tanah longsor yang melonjak dari 49 kejadian pada 2018 menjadi 525 pada 2022. Selain tanah longsor, banjir juga meningkat dalam tiga tahun terakhir, diikuti oleh angin kencang dan kebakaran yang menunjukkan fluktuasi tetapi meningkat lagi 2 pada 2022, menyebabkan kerugian besar dan korban yang signifikan setiap tahunnya. Tujuan: Penelittian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program desa tangguh bencana dalam kesiapsiagaan bencana masyarakat dan apa saja faktor penghambat dalam pelaksanaannya serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode induktif. Proses penelitian kualitatif melibatkan perumusan pertanyaan dan prosedur, pengumpulan data spesifik dari partisipan, serta analisis data secara induktif. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti menyelidiki efektivitas program desa tangguh bencana di Wonosobo, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan, serta mewawancarai sembilan informan kunci, termasuk pejabat BPBD dan relawan masyarakat. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik, terlihat dari 6 indikator pengukuran pelaksanaan program desa tangguh bencana dan beberapa hambatan. Indikator yang diukur yaitu legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kemampuan dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dari keenam indikator tersebut sudah berjalan dengan baik, hambatan juga dapat diatasi secara bertahap oleh pemerintah. Kesimpulan: Pelaksanaan program desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik dan ditemukan beberapa hambatan. Saran yang diberikan peneliti adalah pertahankan dan tingkatkan pelaksanaan program yang sudah baik, penggunaan anggaran yang efektif untuk menunjang kegiatan penanggulangan bencana, dan tingkatkan intensitas pelatihan serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. |
| 650 | # | 4 | $a Kesiapsiagaan |
| 700 | 0 | # | $a Luh Putu Vera Astri Pujayanti |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17148 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :