
| Judul | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART ENVIRONMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DI KOTA KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR : Studi di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Kediri Provinsi Jawa Timur / FACHRUR ROZZY RAMADHAN |
| Pengarang | FACHRUR ROZZY RAMADHAN Ely Sukmana |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 10 |
| Subjek | Kebijakan Pemerintah dalam Administrasi |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan lingkungan untuk mencapai tujuan bebas limbah sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Tujuan:Jumlah sampah di Kota Kediri menjadi masalah serius yang harus segera ditangani guna mewujudkan konsep Smart Environment, di mana tidak ada lagi limbah sampah yang menumpuk melalui platform digital aplikasi E-Bank Sampah. Salah satu kepentingan utama dalam digitalisasi pengelolaan sampah adalah mempercepat, menyederhanakan, dan meningkatkan efisiensi melalui platform digital E-Bank Sampah. Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami fenomena terkait pelaksanaan kebijakan Smart Environment oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan di Kota Kediri, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil: Platform ini tidak hanya memudahkan penyaluran sampah, tetapi juga memfasilitasi akses informasi terkini dan pengelompokan sampah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan Smart Environment meliputi regulasi yang jelas, sinergi antar pelaksana program, dan kesadaran akan pentingnya digitalisasi. Namun, masih ada hambatan seperti kurangnya pemahaman digital, fasilitas yang belum optimal, dan resistensi terhadap perubahan. Kepatuhan pelaksana program, sumber daya manusia, finansial, dan alam, serta kekuasaan dan strategi aktor, penting dalam mencapai tujuan kebijakan. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk memberikan edukasi maupun pelatihan bagi masyarakat agar dapat melaksanakan kebijakan Smart Environment dengan baik di Kota Kediri. Dampak positif kebijakan ini terlihat dalam peningkatan indeks Smart Environment Kota Kediri dan peningkatan keterampilan penyelenggara pemerintahan dalam pengelolaan limbah sampah. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19666 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05076/IPDN/2024 | 352.340 959 828 26 FAC i | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193972 | ||
| 005 | 20260210025615 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001056 |
| 082 | # | # | $a 352.340 959 828 26 |
| 084 | # | # | $a 352.340 959 828 26 FAC i |
| 100 | 0 | # | $a FACHRUR ROZZY RAMADHAN |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART ENVIRONMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DI KOTA KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR : $b Studi di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Kediri Provinsi Jawa Timur /$c FACHRUR ROZZY RAMADHAN |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 10 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan lingkungan untuk mencapai tujuan bebas limbah sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Tujuan:Jumlah sampah di Kota Kediri menjadi masalah serius yang harus segera ditangani guna mewujudkan konsep Smart Environment, di mana tidak ada lagi limbah sampah yang menumpuk melalui platform digital aplikasi E-Bank Sampah. Salah satu kepentingan utama dalam digitalisasi pengelolaan sampah adalah mempercepat, menyederhanakan, dan meningkatkan efisiensi melalui platform digital E-Bank Sampah. Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami fenomena terkait pelaksanaan kebijakan Smart Environment oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan di Kota Kediri, dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil: Platform ini tidak hanya memudahkan penyaluran sampah, tetapi juga memfasilitasi akses informasi terkini dan pengelompokan sampah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan Smart Environment meliputi regulasi yang jelas, sinergi antar pelaksana program, dan kesadaran akan pentingnya digitalisasi. Namun, masih ada hambatan seperti kurangnya pemahaman digital, fasilitas yang belum optimal, dan resistensi terhadap perubahan. Kepatuhan pelaksana program, sumber daya manusia, finansial, dan alam, serta kekuasaan dan strategi aktor, penting dalam mencapai tujuan kebijakan. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk memberikan edukasi maupun pelatihan bagi masyarakat agar dapat melaksanakan kebijakan Smart Environment dengan baik di Kota Kediri. Dampak positif kebijakan ini terlihat dalam peningkatan indeks Smart Environment Kota Kediri dan peningkatan keterampilan penyelenggara pemerintahan dalam pengelolaan limbah sampah. |
| 650 | # | 4 | $a Kebijakan Pemerintah dalam Administrasi |
| 700 | 0 | # | $a Ely Sukmana |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19666 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :