Cite This        Tampung        Export Record
Judul KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM KEANGGOTAAN DPRD KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA PERIODE 2019-2024 / Muhammad Yusril Dano Hasyim
Pengarang Muhammad Yusril Dano Hasyim
Gasper Liauw
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 15 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Hak Poitik Perempuan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini didasarkan pada masalah keterwakilan perempuan dalam pemilihan serta penyebab keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD tidak mencapai 30 persen. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterwakilan perempuan dalam pemilihan DPRD serta mengetahui apa saja penyebab keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD kota Tidore kepulauan tidak mencapai kuota 30 persen. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama, jumlah keterwakilan perempuan dalam pemilihan calon anggota DPRD sudah mencapai 30 persen, kedua keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD Kota tidore kepulauan provinsi maluku utara Periode 2019-2024 tidak mencapai kuota 30 persen yang disebabkan antaralain yaitu belum adanya mekanisme yang mengatur verifikasi dan uji publik calon DPRD pada tingkat partai politik, belum efektifnya pola rekrutmen calon anggota DPRD melalui organisasi perempuan, masih minimnya media massa yang menyajikan informasi mengenai masalah politik perempuan, rendahnya minat dan keseriusan perempuan untuk menjadi anggota DPRD dikarenakan kebanyakan perempuan lebih fokus untuk mengurus rumah tangganya serta besarnya biaya politik dan masih adanya budaya politik patriarki, budaya politik identitas dan kedekatan serta budaya money politics. Kesimpulan: Saran yang di ajukan dari penelitian ini adalah Perlu adanya regulasi terkait kewajiban para calon anggota DPRD untuk melaksanakan verifikasi dan uji publik sebagai bukti kualitas diri sebelum pencalonan terutama pada level partai politik, Perlunya sosialisasi secara continiu kepada masyarakat untuk memilih perwakilannya sesuai hati nurani tanpa terpengaruh monay politics dan Perlunya peningkatan frekuensi media massa untuk menyajikan informasi tentang permaslahan politik perempuan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15879

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06018/IPDN/2023 323.345 985 422 MUH k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194012
005 20260211093218
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001096
082 # # $a 323.345 985 422
084 # # $a 323.345 985 422 MUH k
100 0 # $a Muhammad Yusril Dano Hasyim
245 1 # $a KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM KEANGGOTAAN DPRD KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA PERIODE 2019-2024 /$c Muhammad Yusril Dano Hasyim
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 15 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini didasarkan pada masalah keterwakilan perempuan dalam pemilihan serta penyebab keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD tidak mencapai 30 persen. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterwakilan perempuan dalam pemilihan DPRD serta mengetahui apa saja penyebab keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD kota Tidore kepulauan tidak mencapai kuota 30 persen. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan induktif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama, jumlah keterwakilan perempuan dalam pemilihan calon anggota DPRD sudah mencapai 30 persen, kedua keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD Kota tidore kepulauan provinsi maluku utara Periode 2019-2024 tidak mencapai kuota 30 persen yang disebabkan antaralain yaitu belum adanya mekanisme yang mengatur verifikasi dan uji publik calon DPRD pada tingkat partai politik, belum efektifnya pola rekrutmen calon anggota DPRD melalui organisasi perempuan, masih minimnya media massa yang menyajikan informasi mengenai masalah politik perempuan, rendahnya minat dan keseriusan perempuan untuk menjadi anggota DPRD dikarenakan kebanyakan perempuan lebih fokus untuk mengurus rumah tangganya serta besarnya biaya politik dan masih adanya budaya politik patriarki, budaya politik identitas dan kedekatan serta budaya money politics. Kesimpulan: Saran yang di ajukan dari penelitian ini adalah Perlu adanya regulasi terkait kewajiban para calon anggota DPRD untuk melaksanakan verifikasi dan uji publik sebagai bukti kualitas diri sebelum pencalonan terutama pada level partai politik, Perlunya sosialisasi secara continiu kepada masyarakat untuk memilih perwakilannya sesuai hati nurani tanpa terpengaruh monay politics dan Perlunya peningkatan frekuensi media massa untuk menyajikan informasi tentang permaslahan politik perempuan.
650 # 4 $a Hak Poitik Perempuan
700 0 # $a Gasper Liauw
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15879
Content Unduh katalog